Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin. (Masria Pane/Jawa Pos)
JawaPos.com - Sebanyak 311.528 warga di 53 kelurahan di Jakarta akan mengalami gangguan suplai air bersih akhir pekan ini. Hal itu karena PAM Jaya akan menghentikan produksi sementara IPA Pulogadung yang memiliki kapasitas 4.500 liter per detik.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menuturkan, penghentian sementara itu karena adanya pekerjaan PLN. “Jadi memang, di IPA Pulogadung ini kami kan memang menggunakan tenaga listrik ya dari PLN dan memang ada periode di mana PLN akan melakukan peremajaan,” jelasnya. Dengan langkah peremajaan itu, bukan hanya jaringan listrik yang diperbaiki, tekanan air juga diperbaiki saat itu.
Adanya langkah peremajaan dari PLN itu akan berlangsung selama empat jam. Yakni, mulai Jumat (31/10) pukul 22.00 WIB hingga Sabtu (1/11) pukul 02.00. Selama empat jam itu, produksi air sebesar 4.500 liter per detik di IPA Pulogadung akan dihentikan sementara.
“Kalau tidak dilakukan perbaikan listrik oleh PLN, ini juga risikonya cukup besar. Akan terjadi seperti korsleting atau apapun yang mengakibatkan mungkin tidak bisa diprediksi, yang nantinya akan malah menjadi gawat pelayanan airnya,” tambahnya.
Adapun 53 kelurahan yang terdampak gangguan tersebar di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Perinciannya, Kelurahan Gunung Sahari Utara, Pasar Baru, Gunung Sahari Selatan, Harapan Mulya, Kebon Kosong, Kemayoran, Serdang, Sumur Batu, Utan Panjang, Cempaka Baru, Galur, Johar Baru, Kampung Rawa, Tanah Tinggi, Cempaka Putih Barat, Cempaka Putih Timur, Rawasari, Bungur, Kenari, Kramat, Kwitang, Paseban, Senen, Bali Mester, Cipinang, Jati.
Lalu Jatinegara Kaum, Pisangan Timur, Rawamangun, Kayu Manis, Kebon Manggis, Pal Meriam, Kayu Putih, Pulo Gadung, Cakung Barat, Cakung Timur, Jatinegara, Penggilingan, Rawa Terate, Ujung Menteng, Cipinang Besar Selatan, Cipinang Muara, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading Timur, Pegangsaan Dua, Rorotan, Kebon Bawang, Koja Selatan, Koja Utara, Sungai Bambu, Tanjung Priok, Pademangan Timur dan Sunter Jaya.
Sementara itu, Direktur Operasional PAM Jaya Syahrul Hasan menuturkan, setelah empat jam pekerjaan PLN, mereka membutuhkan waktu 4-48 jam untuk kembali mendistribusi air kepada masyarakat. “Biasanya gini, kalau air sudah dimatikan, untuk mengisi lagi itu perlu waktu karena itu panjang pipanya lumayan, sehingga recovery terakhir itu bisa di mungkin kurang lebih di 48 jam,” jelasnya.
Jadi, lanjutnya, warga yang dekat dengan IPA mungkin akan bisa langsung dapat air, namun yang jauh membutuhkan waktu maksimal 48 jam.
Oleh karena itu, dia mengimbau sebelum penghentian sementara, masyarakat untuk menampun air di rumah masing-masing. Meskipun, disebutkannya akan disiapkan 62 armada mobil tangki air gratis.
“Kami akan koordinasi dengan kelurahan apakah bisa mobil tangki ditempatkan di kelurahan yang tadi jumlahnya ada 53 itu, agar masyarakat bisa secara langsung mendapatkan akses layanan secara cepat,” terangnya.
Direktur Teknik PAM Jaya Akhmad Santika menuturkan, PLN bersurat kepada PAM Jaya untuk peningkatan keandalan pasokan tenaga listrik pada 10 Oktober 2025 lalu. Yang isinya, akan ada pekerjaan itu pada 31 Oktober 2025.
“Ini sesuatu yang normal di dalam operasional untuk keandalan, karena jika perawatan listrik itu tidak dilakukan perawatan, maka bisa kapan saja terjadi korslet yang bisa menyebabkan gangguan pemadaman listrik yang lebih luas lagi,” terangnya. Bukan hanya kepada PAM Jaya dampaknya, tetapi juga gardu-gardu PLN di sekitarnya.
Oleh karena itu, penghentian sementara itu disebutkannya harus dilakukan. Terlebih, daya listrik yang digunakan itu bukan tegangan rendah, melainkan menengah ke atas.
“Kita pakai dari PLN ini tidak kecil ya, tegangannya menengah ke atas ya, bukan seperti rumah tangga biasa. Kita menggunakan 5300 kVA (kilovolt-ampere) ya, itu tegangan menengah ke atas,” jelasnya.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
