Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Mei 2025 | 22.33 WIB

May Day 2025 di DPR Sempat Ricuh: Polisi Semprot APAR, Massa Balas Lempar Botol

Aksi dorong mendorong mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 di depan Gedung DPR RI, Kamis (1/5). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Aksi dorong mendorong mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 di depan Gedung DPR RI, Kamis (1/5). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com – Suasana peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 di depan Gedung DPR RI, Kamis (1/5), memanas. Aksi bakar ban hingga saling dorong dengan aparat terjadi dalam demonstrasi yang digelar massa dari Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI).

Kericuhan bermula ketika massa membakar ban tepat di depan gedung wakil rakyat. Tak lama, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro bersama jajarannya langsung turun tangan. 

Petugas menyemprotkan APAR untuk memadamkan api, namun aksi ini justru memicu emosi dari para demonstran. Massa yang semula tertib menyampaikan orasi mulai tidak terkendali.

Aksi dorong-mendorong pun pecah di depan Gedung DPR, bahkan beberapa peserta aksi melemparkan botol air mineral ke arah aparat kepolisian. Setelah api berhasil dipadamkan, Kapolres Susatyo bersama aparat lainnya mundur kembali ke dalam kompleks gedung DPR/MPR.

Tak berlangsung lama, aksi itu pun langsung mereda. Diketahui, sebanyak 13.701 personel gabungan TNI, Polri, dan Pemprov DKI Jakarta dikerahkan untuk mengamankan rangkaian peringatan May Day 2025, baik di kawasan Monas maupun di Gedung DPR/MPR.

Kapolres Susatyo sebelumnya menegaskan bahwa pendekatan humanis tetap menjadi prioritas dalam pengamanan. "Anggota kami tidak ada yang membawa senjata api. Kami ingin pastikan bahwa buruh yang merayakan peringatan hari Buruh Internasional tetap merasa aman dan dilayani," ujar Susatyo, Kamis (1/5).

Ia juga memastikan bahwa seluruh personel telah dibekali dengan pendekatan persuasif selama pengamanan. "Kita layani saudara-saudara kita ini dengan ramah, tegas, tapi tetap mengedepankan komunikasi supaya acara ini berjalan lancar dan sukses," katanya.

Delapan titik rawan di ibu kota turut menjadi fokus penjagaan, yakni Istana Negara/Monas, Sapta Pesona, Harmoni, Bundaran HI, Kedubes AS, Patung Kuda, Stasiun Gambir, dan Tugu Tani.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore