Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Maret 2025 | 00.56 WIB

Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak yang Ditemukan Tewas dalam Toren Air Ditangkap, Sempat Kabur ke Banyumas Jawa Tengah

Pelaku pembunuhan Ibu dan Anak di Tambora tiba di Polres Metro Jakarta Barat usai melarikan diri ke Banyumas, Jawa Tengah. (Istimewa) - Image

Pelaku pembunuhan Ibu dan Anak di Tambora tiba di Polres Metro Jakarta Barat usai melarikan diri ke Banyumas, Jawa Tengah. (Istimewa)

JawaPos.com – Polres Metro Jakarta Barat bergerak memburu pelaku pembunuhan Ibu dan Anak di Gang Indah 1, RT 05 RW 02, Angke, Tambora, Jakarta Barat. Hasilnya, pelaku diringkus di Banyumas, Jawa Tengah.

Diketahui, jasad ibu, TSL ,59, dan putrinya, ES ,35, ditemukan tak bernyawa di tempat penampungan air bawah tanah atau toren di rumah mereka. Jenazah itu ditemukan oleh sang anak bungsu Ronny, 32, pada Kamis (6/3) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan menuturkan, pelaku ditangkap di wilayah Banyumas, Jawa Tengah pada Minggu (9/3) sekitar pukul 23.30 WIB. Penangkapan dilakukan dengan melibatkan polres Banyumas

"Pada kemarin malam pukul 23.30 WIB  kami langsung memimpin ke wilayah hukum Banyumas karena tersangka dapat di area wilayah hukum Banyumas," ujarnya di mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (10/3).

Arfan menjelaskan, dua hari setelah penemuan jenazah, pihaknya telah mendapatkan profil terduga pelaku. Pengejaran dilakukan hingga tempat persembunyiannya di sebuah waduk di Banyumas. 

"Kami sudah langsung memprofiling, baik memeriksa saksi dan sudah mengetahui targetnya. Kami langsung terjun ke Banyumas dan kami memang sampai di daerah waduk, di dekat Banyumas tersebut," lanjut Arfan. 

Saat ini, penyidik masih mendalami pemeriksaan terhadap pelaku untuk mengungkap motif pembunuhan sadis ini.

Sebelumnya diberitakan, Warga Gang Indah 1, RT 05 RW 02, Angke, Tambora, Jakarta Barat, digemparkan oleh penemuan jasad seorang ibu dan anaknya di dalam toren air bawah tanah. 

Jasad TSL ,59, dan putrinya, ES ,35, ditemukan oleh sang anak, Ronny, 32, pada Kamis (6/3) sekitar pukul 23.00 WIB.

Penemuan mayat ini bermula dari laporan anak korban yang menyadari bahwa ibunya hilang dan tidak bisa dihubungi sejak awal puasa, Sabtu (1/3) malam. Kabar hilangnya TSL dan ES juga ramai diperbincangkan di media sosial. 

Hingga Selasa (4/3), Ronny akhirnya resmi membuat laporan orang hilang ke pihak kepolisian. Di saat hampir bersamaan, warga sekitar mulai mencium bau busuk yang menyengat sejak beberapa hari sebelumnya. Namun, mereka mengira bau tersebut berasal dari bangkai tikus yang umumnya terjadi. 

Baru pada Kamis malam, anak bungsu korban mencurigai sumbernya berasal dari penampungan air di rumah mereka. Saat diperiksa, jasad sang ibu dan kakaknya ada di dalamnya.

Polisi yang datang ke lokasi segera melakukan evakuasi. Proses pengangkatan jasad berlangsung cukup lama dan baru selesai sekitar pukul 04.00 WIB, Jumat (7/3) dini hari.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore