Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Desember 2024 | 19.07 WIB

Viral di Media Sosial, Seorang Ayah Ungkap Dugaan Bayinya Tertukar di Rumah Sakit di Jakarta Pusat, Curiga Tubuhnya Lebih Besar dari Seharusnya

 
 
 
 
 
 

Ilustrasi bayi (Freepik)

 
JawaPos.com - Seorang ayah Muhammad Rauf, 27, menceritakan kisah memilukan melalui akun instagram pribadinya @rauf21221. Ia menceritakan terkait dugaan bayinya tertukar di sebuah rumah sakit di wilayah Cempaka Putih, Jakarta Pusat. 
 
Rauf mengungkapkan, insiden itu bermula saat anak pertamanya itu lahir pada 16 September 2024. Proses persalinan dilakukan melalui operasi sesar, lantaran adanya indikasi air ketuban yang telah menipis. 
 
Setelah anaknya lahir, Rauf pun diminta untuk mengadzankan anak pertamanya itu. Ia pun masih belum menaruh rasa curiga. 
 
Namun, pada sore hari, kebahagiaan itu berubah menjadi duka ketika Rauf diinformasikan pihak rumah sakit bahwa kondisi sang anak memburuk. 
 
"Setelah itu dia (pihak rumah sakit) minta izin untuk saya menandatangani. Tapi saya nggak sempat saya baca semua. Katanya, pak tanda tangan dulu aja pak. Katanya ini surat izin untuk memasang oksigen tambahan," jelasnya. 
 
Namun, kondisi sang anak dibakarkan semakin kritis, hingga dinyatakan meninggal dunia pada 17 September 2024, sehari setelah kelahirannya.
 
"16 September lahiran, 17 September meninggal. Dan dimakamkan juga di hari yang sama," terangnya.
 
"Cuma itu anak keluar (rumah sakit) sudah dimandikan, sudah dibungkuskan kafan. Jadi istri saya nggak ngelihat lagi," sambungnya.
 
Namun, sang istri yang belum sempat melihat sang anak sedikit pun meminta agar makam sang anak kembali dibongkar untuk melihat wajah sang anak. Pihak keluarga pun kembali membongkar makam tersebut. 
 
Dari situlah kecurigaan mulai timbul. Sebab, tubuh bayi tersebut tidak seperti bayi baru lahir. Tubuhnya lebih tinggi dari tubuh anaknya yang tercatat di rekam medis hanya 47 centimeter. 
 
"Di situ, saya dan keluarga saya melihat itu bayi badannya besar. Terus badannya juga panjang. Bukan panjang bayi yang tertulis di surat keterangan lahir, 47 cm. Itu melebihi dari 47 cm," ucapnya. 
 
Pada Kamis, 21 September, Rauf mendatangi rumah sakit untuk meminta rekam medis dan rekaman CCTV sebagai bukti. Namun, pihak rumah sakit hanya memastikan bahwa SOP telah dijalankan dan tidak ada kemungkinan bayi tertukar. Ia pun telah beberapa kali mediasi dengan pihak rumah sakit, namun belum ada jawaban memuaskan.
 
“Saya hanya ingin rekam medis dan CCTV untuk memastikan, tapi belum ada kejelasan hingga saat ini,” ungkapnya.
 
 
Setelah menunggu hingga tiga bulan tanpa respons memuaskan, Rauf pun memutuskan untuk memviralkan kasus ini di media sosial miliknya. Barulah pihak rumah sakit merespons dengan datang ke tempat kerjanya dan menawarkan fasilitasi tes DNA.
 
"Kemarin pihak RS sudah datang ketempat kerja saya. Direktur utama-nya sudah mau memfasilitasi biaya tes DNA," terangnya.
 
Saat ini, JawaPos.com masih mencoba mencari kontak pihak RS untuk mengonfirmasi kejadian tersebut.
 
 
Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore