
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi saat menunjukkan barang bukti air softgun. (Istimewa)
JawaPos.com - Giorgio Ramadhan, 24, tersangka pengemudi Fortuner yang merusak mobil Honda Brio di daerah Senopati, Jakarta Selatan disebut memiliki hobi bermain tembak-tembakan. Hal itulah yang melatarbelakangi dirinya membawa air softgun saat kejadian
"Sebelumnya itu dia memang hobi main kayak permainan tembak menembak itu," ujar Kuasa Hukum Giorgio, Arif Fadillah kepada wartawan, Selasa (14/2).
Sebelum kejadian berlangsung, Arif mengatakan bahwa kliennya latihan bermain tembak-tembakan tersebut dengan teman-temannya. Ia memastikan bahwa Giorgio tak selalu membawa senjata itu.
"Memang sebelumnya ada latihan, permainan dengan teman-temannya dia. Kebetulan mainan itu di mobilnya, jadi bukan secara sengaja mainan itu dibawa-bawa kemana-mana," jelasnya.
"Kebetulan dia pas di latihan kalau gak salah atau pas latihan sama teman-temanya," sambung Arif.
Sedangkan terkait dengan pisau anggar yang juga sempat digunakan tersangka saat menggedor-gedor jendela mobil Honda Brio, Arif tak menjelaskan alasan di balik hal itu.
Sebelumnya, aksi koboi yang dilakukan pengendara Fortuner inisial Giorgio Ramadhan, 24, ternyata bermula lantaran dirinya tak terima ditegur karena melawan arah di daerah Senopati, Jakarta Selatan, Minggu (13/2) kemarin. Saat kejadian, mobil yang dikendarai GR akhirnya berhadapan dengan mobil Honda Brio kuning milik Ari Widianto.
"Saat korban di Jalan Senopati itu terlapor dengan mobilnya bergerak melawan arah sehingga akhirnya berhadapan kedua mobil ini," ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Ady Ary Syam Indradi kepada wartawan, Senin (13/2).
Setelah itu, Ari kemudian memberi dim mobil GR hingga empat kali. Setelah itu, GR akhirnya membelokkan mobil Fortunernya dan kembali ke jalur uang seharusnya. Namun, ternyata tak hanya itu, ia malah menabrakkan mobilnya ke mobil Honda Brio kuning milik Ari.
"Saat mengenai mobil korban terlapor memaki maki dan marah, sempat memaki ya, ke arah korban," kata Ade.
Setelah menghalangi laju mobil korban, GR kemudian turun dari mobil dan mengetok kaca dengan tujuan korban mau keluar dari mobilnya. Namun, karena tak mau keluar, Ade menceritakan bahwa terduga pelaku mengambil sajam replika.
"Kemudian terlapor merusak mobil korban dengan alat ini (sajam replika), kemudian terlapor masuk lagi ke mobil mengeluarkan alat ini (sajam replika lain, kemudian merusak kembali mobil korban, kemudian pergi meninggalkan korban," tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
