
Hujan es diprediksi akan terjadi di awal April. Peristiwa itu terjadi karena masa transisi pancaroba.
JawaPos.com - Hujan es terjadi di wilayah Tebet dan Kalibata, Jakarta Selatan pada Sabtu (17/12) sore tadi. Menurut Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) A. Fachri Radjab, fenomena hujan es adalah fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi.
"Kejadian hujan es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi atau pancaroba musim baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya," ujarnya dalam keterangannya kepada wartawan.
Fachri mengatakan bahwa fenomena hujan es terjadi disebabkan adanya Awan Cumulonimbus (CB). Awan ini memiliki 3 macam partikel, yaitu butir air, butir air super dingin, dan partikel es. Sehingga, hujan lebat yang masih berupa partikel padat (es) dapat terjadi tergantung dari pembentukan dan pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) tersebut.
"Biasanya awan berbentuk berlapis-lapis dan seperti bunga kol, di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi yang akan cepat berubah warna menjadi abu-abu/hitam," jelasnya.
Lebih lanjut, Fachri mengatakan bahwa awan tersebut terdapat beberapa fenomena dalam proses pembentukan dan pertumbuhannya, seperti adanya proses pergerakan massa udara naik dan turun yang sangat kuat di dalam awan CB.
"Pergerakan massa udara naik yang cukup kuat dapat membawa uap air naik hingga mencapai ketinggian dimana suhu udara menjadi sangat dingin hingga uap air membeku menjadi partikel es," terangnya.
Setelah itu, partikel es dan partikel air super dingin akan bercampur dan teraduk-aduk akibat proses tersebut hingga membentuk butiran es yang semakin membesar.
"Ketika butiran es sudah terlalu besar, maka pergerakan massa udara naik tersebut tidak akan mampu lagi mengangkatnya, sehingga butiran es akan jatuh ke permukaan bumi menjadi hujan es," ungkap Fachri.
Sebelumnya, hujan es terjadi di wilayah Tebet dan Kalibata Jakarta Selatan sore tadi. Hal itu dibenarkan Kasatpel Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Michael Sitanggang.
"Iya betul (hujan es). Infonya terpantau di sekitaran Tebet dan Kalibata," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (17/12).
Namun begitu, hingga kini pihaknya belum mendapatkan laporan adanya objek yang terdampak akibat fenomena tersebut.
"Hingga sampai saat ini masih terpantau nihil," kata Michael.
Dalam unggahan di media sosial, ramai hujan es tersebut disertai angin kencang. Butiran-butiran es berjatuhan ke kaca-kaca mobil yang ada di jalan-jalan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
