Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 November 2022 | 19.12 WIB

Perawat Klinik: Urip Saputra Masih di Peti saat Diperiksa

Urip Saputra saat diperiksa di Polres Bogor (ist) - Image

Urip Saputra saat diperiksa di Polres Bogor (ist)

JawaPos.com - Kejadian Urip Saputra saat diperiksa di klinik di Rancabungur Bogor usai hidup kembali, terungkap. Ternyata dia diantar lebih 10 orang saat tengah malam. Urip Saputra berpura-pura mati untuk menghindari penagihan utang yang jumlahnya mencapai Rp 1,5 miliar.

Salah seorang perawat klinik di Kawasan Rancabungur, Herlin, menceritakan keadaan Urip saat datang ke kliniknya di saat tengah malam itu. “Awalnya, ada tiga orang ke sini datang, ngetuk-ngetuk klinik tengah malem, Jumat malam. Katanya darurat, saya kaget, darurat tapi kok enggak ada kliennya yang dibawa,” kata Herlin seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Senin (21/11).

Tamu ini berkata ingin meminjam oksigen. Kemudian Herlin meminjamkan oksigen tersebut. “5-10 menit, datanglah ambulans yang ngantarnya banyakan, ada lebih dari sepuluh orang,” ujarnya.

Saat dilihat, ternyata di dalam ambulans tersebut ada peti mati. Herlin melihat Urip berada di dalam peti mati yang terbuka itu. “Saya periksa si klien, saya cek nadi, nafas, memang si klien masih hidup saat dibawa ke klinik, memang cuma dalam keadaan di dalam peti,” ungkapnya.

Herlin memberi bantuan pertama berupa oksigen kepada Urip. Kemudian, dia juga mengecek respons dari Urip. “Matanya berkedip, cuma enggak ngebuka matanya. Jari tangan juga bergerak. Terakhir sebelum dibawa ke RS, si klien juga sempat miring ke kanan, setelah itu langsung dirujuk ke RS terdekat,” tuturnya.

Orang-orang yang datang dengan ambulans tersebut, berkata kepada Herlin bahwa Urip sempat meninggal atau mati suri. Namun menurutnya, bahwa yang mengantar tersebut mayoritas relawan.

“Istrinya juga enggak ikut, akhirnya ada pihak keluarga (keponakan) yang ikut ke klinik. Cuma enggak ada penjelasan saat ditanya siapa yang menyatakan meninggal. Diminta surat kematian pun pada enggak ada yang tahu,” ucapnya .

Setelah ditangani di klinik, Urip kemudian dibawa ke RSUD Kota Bogor. Herlin sempat menduga bahwa Urip seperti orang masih hidup yang sudah dianggap meninggal. “Kalau saya waktu pertama nanganin, sempet cerita sama suami, itu mah kayak orang hidup dianggap meninggal,” pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore