Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Oktober 2022 | 01.34 WIB

Dirlantas PMJ Sebut 2 hingga 3 Orang Tewas per Hari karena Balap Liar

Peserta memacu sepeda motornya dalam Street Race Polda Metro Jaya di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (3/9/2022). Polda Metro Jaya kembali menggelar ajang balap motor jalanan atau street race dengan peserta berjumlah 1.025 pembalap yan - Image

Peserta memacu sepeda motornya dalam Street Race Polda Metro Jaya di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (3/9/2022). Polda Metro Jaya kembali menggelar ajang balap motor jalanan atau street race dengan peserta berjumlah 1.025 pembalap yan

JawaPos.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya (PMJ) terus berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Berbagai upaya dilakukan. Salah satunya menggelar pertemuan dengan komunitas sepeda motor di Jakarta.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman mengatakan, kegiatan ini bagian dari upaya menciptakan tertib berlalu lintas. Terutama dalam menghilangkan aksi balap liar. "Diharapkan betul komunitas ini bisa menjadi tangan kanan kita untuk merangkul betul tidak ada lagi istilahnya balapan liar di jalanan," kata Latif di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (15/10).

Latif memaparkan, berdasarkan data yang ada, setiap hari di DKI Jakarta ada 2 sampai 3 orang yang meninggal sia-sia di jalan raya. Oleh karena itu, kondisi ini harus segera ditanggulangi. Balap liar menjadi salah satu kegiatan yang memiliki potensi besar menyumbang kematian.

"Karena mereka ini yang akan bertanggung jawab, mereka yang akan mengingatkan temannya, mereka akan memberikan informasi tentang bahayanya, tentang kerugiannya apabila masih dlakukan di jalanan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Latif menuturkan, saat ini Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran telah memiliki program Street Race. Program ini bisa mewadahi kegiatan balap liar menjadi lebih positif dan tentunya lebih aman untuk keselamatan para pelaku balap.

Di sisi lain, dalam pertemuan ini juga turut disosialisasikan pengaturan jam kerja yang tengah direncanakan oleh Pemprov DKI Jakarta. Rencana kebijakan ini ditujukan untuk mengurangi kemacetan yang selalu terjadi saat jam masuk dan pulang kerja.

"Itu kan hanya sosialisasi, jadi kemarin yang sudah kita lontarkan sosialisasi kita memberikan kepada komunitas inilah situasi Jakarta tentang kepadatan, dan mereka pun pasti bisa berperan untuk mengurangi kepadatan," ucap Latif.

Dengan kebijakan jam kerja yang masuk serentak membuat warga dari daerah penyangga seperti Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi menumpuk bersamaan di dalam kota Jakarta. Dengan pengaturan jam kerja diharapkan bisa mengurai pertemuan kendaraan tersebut. Namun, sejauh ini kebijakan itu masih dalam pembahasan Pemprov DKI Jakarta sebagai pemangku kepentingan. (*)

 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore