
halte transjakarta bundaran HI
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui keluarga mantan Gubernur DKI Jakarta Henk Ngantung. Hal itu ia lakukan sekalian ketika mengunjungi revitalisasi Halte Bundaran HI yang sedang berpolemik karena dianggap menghalangi Objek Diduga Cagar Budaya (OCDB) Patung Selamat Datang.
Seperti yang diketahui, Patung Selamat sendiri menurut Sejarawan JJ Rizal merupakan peninggalan zaman Presiden Soekarno dan Henk Ngantung yang saat itu merupakan orang nomor satu di DKI. Namun begitu, Anies menyatakan bahwa silaturahminya dengan keluarga Henk Ngantung tak ada hubungannya dengan polemik tersebut.
"Silaturahmi aja, gak ada urusan (dengan polemik revitalisasi halte Transjakarta Bundaran HI)," katanya kepada wartawan, Jumat (7/10) malam.
Diketahui bahwa keluarga Henk Ngantung yang ditemui Anies ialah Putri dan Putra Henk Ngatung, yaitu Genie Ngantung dan Kamang Ngantung.
Sebelumnya, Sejarawan JJ Rizal meminta Gubernur DKI Jakarta dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk menghentikan proyek revitalisasi Halte Tosari-Bundaran HI. Menurutnya, revitalisasi halte tersebut membuat pandangan warga yang melintas di kawasan tersebut jadi terhalang ke arah Patung Selamat Datang.
"Mohon pak gubernur @aniesbaswedan setop pembangunan halte @PT_Transjakarta yang arogan di kawasan cagar budaya penanda sejarah perubahan kota kolonial jadi kota nasional warisan Sukarno," ucapnya dikutip dari cuitan Twitter @JJRizal, Kamis, (29/9).
Ia mengatakan, Patung Selamat Datang adalah warisan dari Presiden pertama RI Soekarno dengan Mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1964-1965 Hendrik Hermanus Joel Ngantung atau yang akrab dikenal Henk Ngantung.
Selain itu, menurutnya Patung Selamat Datang yang dihalangi pembangunan Halte Tosari-Bundaran HI itu juga merupakan simbol keramahan bangsa, semangat bersahabat melaksanakan ketertiban dunia berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
"Apalagi PT Transjakarta tak cukup puas hanya bangun halte gigantis di sekitar HI, tapi juga di Sarinah, satu lagi penanda sejarah untuk mengingatkan bahwa ibu kota nasional berbeda dari ibukota kolonial, simbol ekonomi kapitalisme yang rakus, melainkan ibu kota ekonomi kerakyatan," cuitnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
