
Caption: Sebanyak 1.348 hunian DP Rp 0 diresmikan hari ini oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Cilangkap, Jakarta Selatan. Sebelumnya, sudah diresmikan juga hunian DP Rp 0 yang berlokasi di Nuansa Pondok Kelapa. Rumah susun tersebut dilengkapi den
JawaPos.com - Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali menjelaskan alasan tidak terpenuhinya janji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk membangun sebanyak 232.214 unit rumah DP Rp 0. Ia menjelaskan, tidak terpenuhinya target tersebut adalah karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia hingga dua tahun.
"Kita katakan dua tahun nol (pembangunan), ya. Dua tahun itu kan hampir tidak dikerjakan. Kita tidak mampu mengerjakan apa-apa karena Covid-19," katanya kepada wartawan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (28/9).
Setelah target tersebut akhirnya tidak tercapai, akhirnya Pemprov DKI menurunkan target pembangunan rumah DP Rp 0. Berdasarkan data dari rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2017-2022, rumah DP Rp 0 ditargetkan terbangun sebanyak 232.214 unit. Lalu, dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) tahun 2023-2026, Pemprov DKI menurunkan targetnya menjadi 9.081 unit. "Kenapa itu diturunin? Rasional itu. Waktu perencanaan, pembangunan kita tahun ini, segini. Ternyata dua tahun ini absen, kan enggak ada sama sekali," ujarnya.
Marullah mengatakan bahwa sepanjang tahun 2017-2022, Pemprov DKI telah membangun 2.313 unit Rumah DP Rp 0. Oleh karena itu, Marullah meyakini pihaknya akan mampu menyelesaikan target pembangunan dengan total 9.081 unit sampai tahun 2026. "Rasanya sih optimis, mudah-mudahan jadi," imbuhnya.
Untuk diketahui, kelanjutan pembangunan Rumah DP Rp 0 tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 25 Tahun 2022 tentang Rencana Pembangunan Daerah (RPD) DKI Jakarta tahun 2023-2026. Berdasarkan isi RPD, Anies menjabarkan sejumlah upaya untuk mendukung kebijakan pelaksanaan DP Rp0. Di antaranya adalah pengadaan tanah melalui kewajiban pihak ketiga, kerjasama business to business, BUMN, BUMD, Swasta.
Selain itu, diadakannya juga penganggaran dana fasilitas pembiayaan pemilikan rumah. Kemudian, kebijakan batasan harga jual rumah untuk masyarakat yang mengakses fasilitas pembiayaan pemilikan Rumah. Lalu, kerja sama dengan bank pelaksana penyaluran kredit atau fasilitas pembiayaan pemilikan rumah, dan pembentukan Badan Layanan Umum Daeerah (BLUD) yang bertugas mengelola dana perumahan program DP 0 Rupiah.
"Pemerintah mendorong para pelaku pembangunan untuk menyediakan hunian terjangkau dari segi harga jual bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dengan potensi penyediaan hunian sebanyak 9.081 unit yang dibangun oleh BUMD dan Swasta/BUMN," tulis Anies dalam dokumen RPD. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022