
Kendaraan memasuki jalan layang Tanjung Barat, Jakarta Selatan yang dibangun Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan dan meniadakan perlintasan sebidang rel kereta api di Lenteng Agung dan Tanjung Barat, Minggu (31/1) Laily Rahmawaty/Antara
JawaPos.com–Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta menguji efektivitas jalan layang (flyover) Tanjung Barat dan Lenteng Agung untuk mengurai kemacetan pada uji coba untuk umum (open traffic) hari kedua dan ketiga.
”Uji coba Senin dan Selasa yang merupakan hari kerja dengan jam sibuk masing-masing, sehingga akan tergambar tingkat efektivitas dan kemanfaatan dari pembangunan kedua jalan layang tersebut dalam mengatasi kemacetan sebelumnya,” kata Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Hari Nugroho seperti dilansir dari Antara di Jakarta, Senin (1/2).
Hari menyebutkan, pada hari pertama uji coba Minggu (31/1), efektivitas flyover u-turn Lenteng Agung dan Tanjung Barat tidak terdata secara spesifik dan rinci data jumlah kendaraan yang melintas. Sebab bukan merupakan hari kerja. Pihaknya akan melihat efektivitas tersebut pada saat uji coba hari kerja yang berlangsung selama dua hari, Senin (1/2) dan Selasa (2/2).
Menurut Hari, saat pertama uji coba, masyarakat menyambut baik dengan dibukanya kedua flyover karena yang sebelumnya harus memutar jauh di putaran Srengseng Sawah (Universitas Pancasila). ”Flyover u-turn (berputar) dapat memangkas baik dari segi jarak maupun waktu tempuh,” terang Hari.
Hari menambahkan, yang dapat dipastikan dengan dibangunnya kedua flyover u turn Lenteng Agung dan Tanjung Barat dapat meniadakan kemungkinan kecelakaan antara pengguna jalan dan kereta api dalam melintasi perlintasan sebidang yang ada. Dinas Bina Marga DKI Jakarta melakukan uji coba untuk umum (open traffic) jalan layang (flyover) Lenteng Agung dan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, selama tiga hari.
Waktu uji coba untuk umum flyover Lenteng Agung-IISP dan flyover Tanjung Barat ini dijadwalkan Minggu pada pukul 08.00–21.00 WIB. Uji coba pada Senin (1/2) dan Selasa pada pukul 06.00 sampai dengan 21.00 WIB.
Jalan layang Lenteng Agung memiliki panjang 430 meter di sisi barat dan 450 meter di sisi timur dengan lebar 6,5 meter. Sedangkan jalan layang Tanjung Barat sisi barat mencapai 540 meter dan sisi timur 590 meter. Pembangunan jalan layang Lenteng Agung dan Tanjung Barat bertujuan mengurai kemacetan lalu lintas, menghapus perlintasan sebidang kereta api, meminimalisir kecelakaan lalu lintas dengan kereta api, dan mengamankan perjalanan kereta api.
Kedua jalan layang itu dirancang menarik dengan mengambil bentuk seperti tapal kuda yang saling membelakangi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=8p2rEk7IokU

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
