Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Oktober 2020 | 02.05 WIB

Bupati Bogor Marah 1.000 Spesimen Hasil Tes Usap Numpuk di Labkesda

Labkesda Kabupaten Bogor tempat menyimpan spesimen hasil tes usap sebelum dites PCR. M. Fikri Setiawan/Antara - Image

Labkesda Kabupaten Bogor tempat menyimpan spesimen hasil tes usap sebelum dites PCR. M. Fikri Setiawan/Antara

JawaPos.com–Bupati Bogor Ade Yasin mengaku kesal kepada Dinas Kesehatan (Dinkes). Hal itu lantaran menumpuknya 1.000 spesimen hasil tes usap di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

”Akhir September masih ada 1.000 spesimen belum dilakukan uji laboratorium karena menunggu antrean,” ucap Ade Yasin seperti dilansir dari Antara di Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (6/10).

Berdasar laporan yang dia terima, Dinkes Kabupaten Bogor mampu melakukan pengambilan spesimen melalui tes usap 300 kali sampai 400 kali per hari. Tapi, kemampuan pengujiannya menggunakan alat polymerase chain reaction (PCR) baru 200 spesimen per hari.

Menurut Ade Yasin, hingga kini Dinkes Kabupaten Bogor tercatat baru melakukan tes PCR terhadap 21.986 spesimen selama pandemi. Angka tersebut masih jauh dari yang ditargetkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni 1 persen dari jumlah penduduk atau 60 ribu tes PCR.

”Dinkes agar menjelaskan berapa ketersediaan PCR sekarang dan segera mengaktifkan Labkesda,” kata Ade Yasin.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor Dedi Syarif menyebutkan, Pemkab Bogor memiliki enam unit alat PCR. Tapi empat di antaranya belum bisa digunakan.

”Baru (alat PCR) RSUD Cibinong dan Ciawi yang sudah terintegrasi atau teregister dengan Litbangkes Pusat,” ungkap Dedi.

Alat PCR tersebut tersebar di masing-masing Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bogor, yakni di Ciawi, Cibinong, Cileungsi, dan Leuwiliang, sudah memiliki alat PCR. Kemudian, dua unit lainnya di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Mobile Lab Biosafety Level (BSL) 2.

“Empat alat PCR yang belum mampu difungsikan ini menjadi persoalan lambatnya proses uji spesimen hasil tes usap masyarakat di Kabupaten Bogor. Kami kewalahan banyaknya spesimen hasil tes usap yang masuk lantaran kurva jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per hari meningkat tajam sejak September,” ujar Dedi.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=4S-lafm90KI&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore