
Photo
JawaPos.com - PGN Area Bogor terus mendukung upaya peralihan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) untuk angkutan kota (Angkot) di Bogor yang jumlahnya mencapai ribuan unit. Hal ini lantaran, sopir angkot yang beralih menggunakan BBG jumlahnya mencapai lima ratusan.
Para sopir angkot yang sudah beralih ke BBG terdiri dari supir angkot trayek 06, 12 dan 15 di Kota Bogor. Menurut, Sales Area Head PGN Bogor, Ade Sutisna, para sopir beralih ke BBG karena dapat menghemat bahan bakar. “Perbandingannya dengan BBM, para supir angkot bisa menghemat 50 persen untuk biaya bahan bakar. Kalau untuk angkot, BBG ini cocok banget. Pertama karena harganya murah, kejar setoran juga tidak terlalu berat, karena harga yang dibayar penumpang sama dengan angkot yang menggunakan BBM,” kata Ade Sutisna seperti dikutip RadarBogor.id (Jawa Pos Group), Minggu (30/6).
Para sopir angkot BBG, kata dia, biasanya memiliki jadwal khusus mengisi bahan bakar, mulai dari pagi, siang dan sore hari. Dalam satu bulan, rata-rata gas yang dikeluarkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) mencapai 5.000 Liter Setara Premium (LSP).
“SPBG selain berdiri di area PGN Bogor, ada juga di Cicurug. Angkot BBG ini kan berawal dari adanya himbauan pemerintah, bagaimana caranya mengurangi penggunaan BBM, untuk bisa dikonveri menggunakan BBG. Lalu, dari ESDM membagikan secara bertahap 500 converter kit. Targetnya, setiap tahun selalu bertambah angkot BBG,” kata dia.
Peralihan angkot BBM ke angkot BBG, diakui Ade sempat menemui kendala. Pertama soal belum terbiasanya para supir dengan penggunaan gas, meski secara harga jauh lebih hemat dibanding BBM. “Tapi mereka kemudian mulai mencoba, tertarik sehingga kini peminatnya banyak. Bekerjasama dengan Organda juga Pemkot Bogor, sasaran utama adalah trayek yang melewati SPBG agar mudah saat pengisian gas,” katanya.
Ade menuturkan, kini semakin banyak supir yang berminat beralih ke BBG, seperti supir trayek 07, juga trayek 03. “Dari PT Gagas Indonesia, anak perusahaan PGN yang bergerak di bidang CNG berencana akan memasang satu SPBG lainnya,” urainya.
Ade menambahkan, selain rencana pembangunan SPBG, pihaknya juga sedang menggodok pembangunan bengkel pemeliharaan bagi angkot BBG. Sebab memang, angkot BBG dengan angkot BBM memiliki beberapa bagian sparepart yang berbeda. “Lahan sudah ada, PGN dan Gagas Indonesia sedang berkoordinasi untuk mendirikan bengkel pemeliharaan,” pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
