Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Juli 2023 | 22.55 WIB

Tolong Penumpang Korban Penipuan Loker, Achmad Driver Ojol Pasang Badan Berhadapan dengan 3 Petugas Keamanan

 

Driver ojek online

JawaPos.com – Achmad si driver ojek online yang menolong Gira penumpangnya keluar dari Rumah Toko (Ruko) yang diduga menjadi tempat penipuan lowongan kerja, ternyata sempat berhadap-hadapan dengan sekitar dua atau tiga petugas keamaan, sebelum bertemu dengan costumernya. Achmad pun pasrah, jika terjadi apa-apa dengan keselamatan jiwanya.

“Pas sampai depan (Ruko) udah pasang badan aja. Udah siap-siap (kalau terjadi apa-apa-Red,” katanya saat berbincang dengan JawaPos.com, Rabu (26/5).

Beruntung, meskipun telah berhadap-hadapan dan diawasi para petugas keamanan tersebut, tak ada insiden yang berarti. Achmad pun langsung pergi meninggalkan Ruko dibilangan Kota Bekasi itu sesaat bertemu dengan penumpangnnya yang ketakutan di dalam Ruko.

“Penumpang langsung mengajak jalan aja buru-buru. Dia merasa lega,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, penumpang ojek online bernama Gira, berhasil diselamatkan Achmad, seorang driver ojek online dari komplotan penipu lowongan kerja Rumah Toko (Ruko) di Kota Bekasi. Gira ternyata menjadi korban penipuan dari pihak perusahaan yang mengaku membuka lowongan kerja.

Awalnya menurut Achmad, Selasa (25/7) pagi, usai dirinya mendapat orderan dari penumpang bernama Gira, Achmad curiga dengan chat personal yang dikirim oleh penumpangnya tersebut. Pasalnya, sang penumpang langsung mengatakan jika dirinya gemetaran dan takut di dalam Ruko itu. Padahal, pagi-pagi buta, Gira kata Acmad, berniat melamar kerja dan berangkat dari kosannya di bilangan Jakarta Barat dengan menumpang kereta api menuju Kota Bekasi.

“Dapat orderan seperti yang beredar (di Medos-Red). Langsung bilang (gemetaran-Red) begitu,” kata Achmad saat berbincang dengan JawaPos.com, Rabu (26/7).

Curiga, Achmad pun langsung menanyakan kondisi Gira.

“Mas gemetaran kenapa?,” ucap Achmad.

Tak lama kemudian, sang penumpang pun langsung menceritakan kondisinya. Kepada Achmad, Gira mengaku seperti ditahan di dalam Ruko oleh HRD. Bahkan, saat datang melamar kerja, di ruang pendaftaran yang terletak di lantai satu Ruko tersebut, dirinya langsung dipaksa disuruh bayar Rp 1,5 juta.

Karena takut dan berharap mendapat kerjaan, Gira pun akhirnya merelakan uangnya Rp 350 ribu melayang.

Namun bukannya untung, Gira justru semakin buntung. Tak ada tes apapun yang dilakukan pihak perusahaan terhadap pelamar, layaknya orang melamar kerja. Gira bersama pelamar lain kata Achmad, justru diminta naik ke lantai dua.

“Disuruh bayar Rp 1,5 juta hari ini harus ada. Kalau nggak, diminta pinjem ke orang tua, tetangga atau temen,” papar Achmad.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore