
Berbohong dalam Islam ada yang hukumnya diperbolehkan. Simak ulasannya di sini. (Pexels/Florencio Rojas)
JawaPos.com - Kebohongan umumnya dipandang sebagai perbuatan tercela yang dilarang dalam ajaran Islam. Namun, tahukah Anda bahwa ada situasi tertentu di mana Islam justru membolehkannya? Bukan berarti menghalalkan dusta, melainkan memberi kelonggaran saat kebenaran bisa menimbulkan mudarat lebih besar.
Dalam kondisi-kondisi ini, kebohongan bukanlah dosa, melainkan langkah bijak untuk menjaga kemaslahatan dan menghindari kerusakan yang lebih luas. Untuk itu, memahami dan mengetahui apa saja jenis kebohongan yang diperbolehkan dalam Islam menjadi penting, agar umat tidak salah kaprah dalam mempraktikkannya dan tetap berada dalam syariat yang benar.
Berikut ini dalil hadis dan sejumlah contoh kebohongan yang diperbolehkan dalam Islam, berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber
Dalil hadist yang memperbolehkan berbohong
Ada satu cara yang tampak menyerupai kebohongan, namun sejati-nya tidak tergolong dusta. Dalam situasi terdesak, seseorang bisa menerapkan-nya untuk mencapai tujuan tanpa terjebak pada perbuatan yang dilarang.
Metode ini dikenal dengan nama "ma'aridh" atau tauriyah. Caranya adalah dengan mengucapkan kalimat yang memiliki makna ganda atau ambigu, sehingga lawan bicara menafsirkan-nya secara berbeda dari maksud yang sebenarnya.
Salah satu contohnya terdapat dalam hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu. Dikisahkan, Nabi Ibrahim 'Alaihissalam suatu ketika bepergian bersama istrinya, Sarah, melewati sebuah wilayah yang dipimpin oleh penguasa zalim.
Ketika penduduk setempat melihat kecantikan Sarah, mereka melaporkannya kepada sang raja. Raja ini dikenal memiliki kebiasaan merampas istri orang dan membunuh suaminya.
Penguasa itu pun mengirim prajurit untuk menanyai Nabi Ibrahim. "Siapa perempuan ini?" tanya mereka. Nabi Ibrahim menjawab, “Dia adalah saudari-ku.” Setelah itu, beliau menemui Sarah dan berkata:
> يا سارة ليس على وجه الأرض مؤمن غيري وغيرك، وإن هذا سألني فأخبرته أنك أختي فلا تكذبيني
Artinya: "Wahai Sarah, tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang beriman selain aku dan engkau. Tadi orang itu bertanya kepadaku, lalu aku menjawab bahwa engkau adalah saudari-ku. Karena itu, jangan engkau anggap aku berbohong"
Dalam hal ini, Nabi Ibrahim menggunakan kata "saudari" dengan maksud saudara seiman, bukan saudara kandung. Namun prajurit tersebut memahaminya sebagai saudara sedarah.
Inilah salah satu bentuk kebolehan menggunakan kalimat yang samar untuk melindungi diri atau menghindari bahaya yang lebih besar selama tujuan akhirnya adalah mewujudkan kemaslahatan dan tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain.
Dalam hadis lainnya, para ulama berlandaskan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:
> عن أم كلثوم بنت عقبة بن أبي معيط رضي الله عنها قالت: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «ليس الكذَّابُ الذي يُصلِحُ بين الناس فيَنمِي خيرًا، أو يقول خيرًا»؛ متفق عليه

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
