Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Juni 2025 | 16.25 WIB

Anak-Anak Ramai Bermain di Masjid Saat Waktu Sholat Jangan Diusir, PBNU Dorong Takmir Masjid Siapkan Playground

Ilustrasi anak-anak bermain di dalam masjid. (Pexels) - Image

Ilustrasi anak-anak bermain di dalam masjid. (Pexels)

JawaPos.com - Sikap takmir masjid kepada anak-anak saat mengikuti salat berjamaah berbeda-beda. Ada kalanya yang sangat responsif berlebihan ketika ada anak yang ramai saat waktu salat.

Sejumlah kalangan mengingatkan anak-anak jangan sampai dimarahi atau bahkan diusir dari masjid.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) Mokhamad Mahdum. Dia mengatakan masjid adalah pusat peradaban. Sehingga bisa dijangkau oleh siapapun atau bersifat inklusif.

"Termasuk untuk anak-anak dan lansia," katanya di sela Kick-Off program Ngaji Fasholatan dan 1.000 Masjid Inklusif Kementerian Agama (Kemenag) di Jakarta (24/6).

Mahdum juga menyampaikan ada ketentuan fiqih untuk menyikapi anak-anak di masjid. Dia mengatakan kalau pemahaman fiqihnya kurang, kehadiran anak-anak di masjid saat waktu salat dianggap mengganggu kalau mereka ramai dan bercanda.

Padahal bermain adalah sifat alami anak-anak. Tinggal diarahkan secara baik dan tidak perlu dimarahi atau dibentak. "Jangan sampai (anak-anak) disingkirkan atau dibentak eh jangan salat di masjid. Ini contoh saja," katanya.

Menurut dia ada cara-cara yang lebih baik untuk menyikapi anak-anak dengan tingkah polahnya selama di masjid.

Misalnya dengan menyediakan tempat bermain atau playground atau tempat membaca dengan buku-buku menarik. Sehingga mereka dapat bermain tanpa mengganggu orang dewasa yang sedang sholat.

Mahdum juga menyampaikan takmir masjid perlu mendapatkan pengetahuan tentang psikologi anak. Supaya mereka bisa bersikap arif kepada anak-anak. Sebab anak-anak adalah generasi penerus yang bakal memakmurkan masjid.

Sebelumnya, pesan supaya ramah kepada anak saat di masjid disampaikan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad.

"Saya kira kami ingin mengajak kepada semua takmir masjid supaya kehadiran anak-anak itu jangan dipandang sebagai mengganggu," katanya di sela pembukaan Ngaji Fasholatan dan 1.000 Masjid Inklusif di Jakarta pada Selasa (24/6).

Menurut dia kehadiran anak-anak di masjid atau musala menjadi media atau wahana untuk mengajari fungsi masjid atau musala sejak dini terkait dengan masjid. Kalaupun ada anak-anak yang berisik atau berlarian, bagi Abu itu adalah sifat alami anak-anak.

"Perilaku itu nature-nya anak-anak. Sudah merupakan bawaannya kalau anak-anak agak sedikit (ramai). Namanya juga anak-anak," jelasnya.

Abu menegaskan dirinya tidak melarang takmir untuk mengingatkan anak-anak jika berisiknya sudah berlebihan. Tetapi teguran disampaikan dengan ramah.

Jangan sampai menakut-nakuti anak-anak. Jangan sampai anak-anak jadi takut ke masjid. Cara lain yang bisa dilakukan takmir adalah menegur atau mengingatkan orang tua si anak.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore