
Ilustrasi: Upaya pencegahan virus korona menyebar, petugas melakukan pengecekan kesehatan. (Mark Schiefelbein/AP)
JawaPos.com - Virus korona yang mematikan terus memakan korban jiwa. Di Tiongkok, dikabarkan terdapat 25 kematian baru yang terjadi di provinsi Hubei.
Sebagaimana dikutip JawaPos.com dari Firstpost, Rabu (29/1), angka kematian akibat virus korona kini menjadi 132 orang. Sementara angka infeksi atau penularan dikabarkan menyentuh 6.000 kasus atau lebih tepatnya berada di angka 5.974 kasus.
Para pakar kesehatan di Tiongkok memperingatkan bahwa epidemi itu mungkin mencapai klimaksnya dalam 10 hari ke depan. Angka kasus infeksi, penularan, dan kematian akibat virus korona diprediksi akan terus meningkat.
Update mengenai angka kasus dan kematian akibat virus korona diumumkan oleh Otoritas kesehatan Tiongkok pada hari Rabu (29/1) waktu setempat. Otoritas tersebut juga mengkonfirmasi kasus pneumonia yang disebabkan oleh virus corona baru telah dilaporkan di 31 daerah tingkat provinsi pada akhir Selasa.
Di provinsi Hubei, di mana Wuhan adalah ibu kota provinsi, 3.554 kasus yang dikonfirmasi telah dilaporkan dengan 25 kematian pada hari Selasa (28/1). Di antara kasus yang dikonfirmasi, 1.239 pasien berada dalam kondisi kritis, TV resmi CGTN melaporkan bahwa ada 9.239 suspect virus korona yang diduga di daratan Tiongkok.
Provinsi Hubei juga telah melaporkan 840 kasus yang baru dikonfirmasi, menunjukkan bahwa virus terus menyebar pada tingkat yang lebih cepat.
Virus corona dapat ditularkan di antara manusia melalui kontak dekat, kata para ahli medis Tiongkok. Seperti sudah disinggung di atas,pakar pernapasan Cina Zhong Nanshan menyebutkan, virus dengan nama novel coronavirus (2019-nCoV) dapat mencapai puncaknya dalam satu minggu atau sekitar 10 hari.
"Sangat sulit untuk memperkirakan kapan wabah mencapai puncaknya. Tetapi saya pikir dalam satu minggu atau sekitar 10 hari, itu akan mencapai klimaks dan kemudian akan ada peningkatan skala besar," kata Zhong kepada kantor berita pemerintah Xinhua.
Zhong adalah kepala tim ahli nasional yang dibentuk untuk mengendalikan dan mencegah pneumonia yang disebabkan oleh virus lorona dan seorang akademisi dari Chinese Academy of Engineering. "Ada dua kunci untuk mengatasi epidemi, deteksi dini dan isolasi awal. Mereka adalah metode yang paling primitif dan paling efektif," katanya.
Zhong mengatakan demam dan kelemahan adalah gejala khas infeksi virus korona baru yang ditemukan pada sebagian besar pasien. Sepuluh hingga 14 hari adalah periode yang baik untuk isolasi dan observasi.
Ketika masa inkubasi berakhir, mereka yang jatuh sakit akan mendapatkan perawatan tepat waktu dan mereka yang tidak sakit baik-baik saja, katanya.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
