Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Agustus 2026 | 04.20 WIB

Sebabkan Luka hingga Koma, Iran Eksekusi Pria yang Tabrak Tujuh Polisi Saat Demo Januari Lalu

Shahram Sadeqi, pria yang dieksekusi mati oleh Iran karena dengan sengaja menabrakkan mobilnya ke polisi pada demonstrasi besar Januari lalu. (Tasnim). - Image

Shahram Sadeqi, pria yang dieksekusi mati oleh Iran karena dengan sengaja menabrakkan mobilnya ke polisi pada demonstrasi besar Januari lalu. (Tasnim).

JawaPos.com - Iran mengeksekusi Shahram Sadeqi pada Minggu pagi, 16 Agustus 2026, setelah pria tersebut dinyatakan bersalah menabrakkan mobilnya ke sejumlah anggota kepolisian hingga luka-luka bahkan koma saat aksi demonstrasi antarpemerintah di Karaj pada Januari 2026.

Eksekusi dilakukan setelah Sadeqi dijatuhi hukuman mati atas tuduhan melakukan aksi yang disebut pengadilan Iran sebagai dukungan operasional terhadap Israel dan Amerika Serikat.

Kasus tersebut bermula dari insiden pada malam 8 Januari 2026 ketika Sadeqi mengarahkan mobilnya ke sejumlah personel Law Enforcement Command (FARAJA) yang sedang dikerahkan untuk memulihkan ketertiban.

"Shahram Sadeghi, yang dijatuhi hukuman mati karena telah melakukan tindakan operasional untuk mendukung rezim Zionis dan Amerika Serikat, dieksekusi pagi ini," demikian pernyataan situs pengadilan Iran, Mizan Online.

Menurut pengadilan Iran, aksi tersebut dilakukan dengan sengaja dan menyebabkan tujuh anggota kepolisian mengalami luka berat pada bagian kepala, kaki, tangan hingga mata.

Salah seorang polisi yang berada di lokasi bahkan dilaporkan mengalami koma selama tiga bulan akibat insiden tersebut. Para personel itu disebut sedang menjalankan tugas menjaga keamanan ketika kendaraan Sadeqi melaju ke arah mereka.

Sadeqi kemudian melarikan diri dari lokasi setelah membakar kendaraannya. Ia ditangkap aparat Iran dalam penyelidikan setelah kejadian tersebut.

Dalam pemeriksaan, Sadeqi disebut mengakui bahwa dirinya mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi menuju para polisi yang berada di sebuah persimpangan.

Menurut pengakuannya, ia tetap mengarahkan kendaraan ke arah petugas meski tidak mendapat perintah untuk berhenti. Setelah melukai tujuh polisi, ia terus melarikan diri dan kemudian membakar kendaraannya dengan bantuan para perusuh.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore