
Shahram Sadeqi, pria yang dieksekusi mati oleh Iran karena dengan sengaja menabrakkan mobilnya ke polisi pada demonstrasi besar Januari lalu. (Tasnim).
JawaPos.com - Iran mengeksekusi Shahram Sadeqi pada Minggu pagi, 16 Agustus 2026, setelah pria tersebut dinyatakan bersalah menabrakkan mobilnya ke sejumlah anggota kepolisian hingga luka-luka bahkan koma saat aksi demonstrasi antarpemerintah di Karaj pada Januari 2026.
Eksekusi dilakukan setelah Sadeqi dijatuhi hukuman mati atas tuduhan melakukan aksi yang disebut pengadilan Iran sebagai dukungan operasional terhadap Israel dan Amerika Serikat.
Kasus tersebut bermula dari insiden pada malam 8 Januari 2026 ketika Sadeqi mengarahkan mobilnya ke sejumlah personel Law Enforcement Command (FARAJA) yang sedang dikerahkan untuk memulihkan ketertiban.
Baca Juga:Pasokan Listrik Utama di Flores Kembali Normal, PLN Fokus Pulihkan Distribusi ke Masyarakat
"Shahram Sadeghi, yang dijatuhi hukuman mati karena telah melakukan tindakan operasional untuk mendukung rezim Zionis dan Amerika Serikat, dieksekusi pagi ini," demikian pernyataan situs pengadilan Iran, Mizan Online.
Menurut pengadilan Iran, aksi tersebut dilakukan dengan sengaja dan menyebabkan tujuh anggota kepolisian mengalami luka berat pada bagian kepala, kaki, tangan hingga mata.
Salah seorang polisi yang berada di lokasi bahkan dilaporkan mengalami koma selama tiga bulan akibat insiden tersebut. Para personel itu disebut sedang menjalankan tugas menjaga keamanan ketika kendaraan Sadeqi melaju ke arah mereka.
Sadeqi kemudian melarikan diri dari lokasi setelah membakar kendaraannya. Ia ditangkap aparat Iran dalam penyelidikan setelah kejadian tersebut.
Baca Juga:Pasokan Listrik Utama di Flores Kembali Normal, PLN Fokus Pulihkan Distribusi ke Masyarakat
Dalam pemeriksaan, Sadeqi disebut mengakui bahwa dirinya mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi menuju para polisi yang berada di sebuah persimpangan.
Menurut pengakuannya, ia tetap mengarahkan kendaraan ke arah petugas meski tidak mendapat perintah untuk berhenti. Setelah melukai tujuh polisi, ia terus melarikan diri dan kemudian membakar kendaraannya dengan bantuan para perusuh.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022