
Sejumlah migran menyeberang dari Maroko menuju enklave Ceuta milik Spanyol pada Kamis, 30 Juli 2026. (AP/Antonio Sempere)
JawaPos.com – Pemerintah Spanyol memutuskan mengerahkan Angkatan Bersenjata ke Ceuta untuk memperkuat pengamanan di tengah gelombang besar migran yang memasuki wilayah tersebut dari Maroko. Militer akan membantu Guardia Civil menjaga keamanan setelah ribuan orang menyeberang melalui laut pada Kamis (30/7).
Seperti dilansir RTVE, Jumat (31/7), pemerintah menyatakan pasukan yang dikerahkan akan berada di bawah koordinasi Komando Operasi Militer. Mereka bertugas memberikan dukungan kepada Guardia Civil dalam menjaga keamanan di wilayah perbatasan.
Pengamanan di Ceuta juga diperkuat dengan tambahan satu peleton berisi 20 personel. Mereka bergabung dengan 60 anggota Reserve and Security Group (ARS) Guardia Civil yang selama ini bertugas mengawasi perbatasan.
Dalam beberapa jam berikutnya, dua peleton tambahan yang terdiri atas 40 personel dijadwalkan tiba di Ceuta. Dengan demikian, jumlah aparat yang bertugas di wilayah tersebut akan terus bertambah untuk menghadapi situasi yang berkembang.
Unit Keamanan Warga Guardia Civil di Ceuta juga akan diperkuat oleh 30 personel dari berbagai satuan di Andalusia. Selain itu, dua tim penyelam dari Special Underwater Activities Group (GEAS) turut dikerahkan untuk membantu operasi di wilayah pesisir.
Dari sisi patroli laut, Guardia Civil telah menempatkan dua kapal patroli berukuran sedang dan empat perahu karet jenis Zodiac di Ceuta. Kapal patroli samudra Duque de Ahumada juga dijadwalkan tiba pada Jumat pagi untuk memperkuat pengawasan perairan.
Dalam beberapa hari ke depan, lima nakhoda kapal, tiga teknisi mesin kapal, serta operator drone akan bergabung dengan satuan patroli laut. Sementara itu, Air Service Guardia Civil juga akan diperkuat dengan tambahan satu helikopter.
Kepolisian Nasional Spanyol turut meningkatkan kekuatan di Ceuta. Direktorat Jenderal Imigrasi dan Perbatasan mengirim tim beranggotakan enam orang untuk membantu proses registrasi dan pendataan para migran yang baru tiba.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum, personel Police Intervention Unit (UIP) serta Prevention and Reaction Unit (UPR) di Ceuta diberlakukan sistem kerja dua shift dengan tambahan jam tugas. Langkah tersebut dilakukan agar pengamanan dapat berlangsung selama 24 jam.
Pada Kamis, tiga tim UIP dari Sevilla telah dikirim ke Ceuta. Dalam beberapa hari mendatang, personel tambahan dari UIP Pusat dan Malaga juga akan bergabung sehingga total sekitar 200 anggota UIP dan UPR akan ditugaskan khusus untuk menjaga keamanan di kota tersebut.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
