
Seorang petugas polisi berjalan melewati papan iklan mengenai negosiasi Amerika Serikat dan Iran, di luar pusat fasilitasi media di Islamabad, Pakistan, Sabtu, 11 April 2026. (Anjum Naveed/AP)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengirim delegasi tingkat tinggi ke Islamabad, Pakistan, untuk memulai perundingan langsung dengan Iran. Langkah ini masih dalam upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama berminggu-minggu di kawasan Asia Barat.
Pertemuan perdana dijadwalkan berlangsung pada Sabtu pagi dan dipandang sebagai momentum penting setelah tercapainya gencatan senjata selama dua pekan.
Melansir News on Air, delegasi Amerika Serikat akan dipimpin Wakil Presiden JD Vance, didampingi Utusan Khusus Timur Tengah Steve Witkoff serta menantu Presiden Trump, Jared Kushner. Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.
Baca Juga:Kemenhut Ungkap Modus Pengangkutan 598 Batang Kayu Ilegal di Sumut, Tetapkan Seorang Tersangka
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memastikan Teheran akan hadir dalam perundingan tersebut setelah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.
Delegasi Iran diperkirakan dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, salah satu tokoh penting dalam struktur kepemimpinan Iran selama masa perang.
Pertemuan di Islamabad digelar setelah pemerintahan Trump mengumumkan jendela gencatan senjata selama dua pekan menyusul operasi militer yang disebut Washington berhasil melemahkan kemampuan Iran memasok persenjataan kepada kelompok-kelompok proksinya di kawasan.
Karoline Leavitt mengatakan kemampuan Iran untuk mempersenjatai kelompok proksi di Timur Tengah telah berkurang secara signifikan setelah serangan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari.
Meski demikian, situasi keamanan di kawasan belum sepenuhnya mereda. Bentrokan masih terjadi di Lebanon, di mana militer Israel terus melancarkan serangan terhadap sasaran Hezbollah. Iran menilai operasi tersebut melanggar semangat gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan dunia tengah menyaksikan situasi kemanusiaan di Lebanon dan kini menunggu langkah Washington.
"Dunia sedang menyaksikan pembantaian di Lebanon. Bola kini berada di tangan Amerika Serikat, dan dunia melihat apakah mereka akan memenuhi komitmennya," kata Araghchi.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
