Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Juli 2026 | 19.42 WIB

Perempuan Jepang Masih Berumur Paling Panjang di Dunia Selama 41 Tahun Beruntun

Kane Tanaka (kanan) yang pernah dinobatkan jadi orang tertua di dunia oleh Guinness World Records di Fukuoka, Jepang, 9 Maret 2019. Dia meninggal pada 19 April 2022 saat menginjak usia 119 tahun, 107 hari. (Kyodo/Reuters) - Image

Kane Tanaka (kanan) yang pernah dinobatkan jadi orang tertua di dunia oleh Guinness World Records di Fukuoka, Jepang, 9 Maret 2019. Dia meninggal pada 19 April 2022 saat menginjak usia 119 tahun, 107 hari. (Kyodo/Reuters)

JawaPos.com – Usia harapan hidup masyarakat Jepang kembali meningkat pada 2025 seiring menurunnya angka kematian akibat beberapa jenis kanker dan penyakit jantung. Perempuan Jepang pun tetap menjadi kelompok dengan usia harapan hidup tertinggi di dunia selama 41 tahun berturut-turut.

Seperti dilansir Kyodo, Minggu (26/7), data Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang menunjukkan rata-rata usia harapan hidup perempuan naik 0,20 tahun menjadi 87,33 tahun. Sementara itu, usia harapan hidup laki-laki meningkat 0,25 tahun menjadi 81,35 tahun.

Meski mengalami kenaikan, peringkat laki-laki Jepang di tingkat global justru turun dari posisi keenam menjadi ketujuh. Penurunan peringkat itu terjadi karena negara lain mencatat peningkatan usia harapan hidup yang lebih tinggi.

Dalam daftar negara dengan usia harapan hidup perempuan tertinggi, Jepang berada di posisi pertama. Korea Selatan menempati peringkat kedua dengan rata-rata usia harapan hidup 86,60 tahun, disusul Spanyol di posisi ketiga dengan 86,53 tahun.

Untuk kategori laki-laki, Swedia berada di posisi pertama dengan usia harapan hidup rata-rata 82,52 tahun. Posisi berikutnya ditempati Swiss dengan 82,40 tahun dan Italia dengan 81,74 tahun.

Data pemerintah Jepang juga memuat proyeksi risiko kematian bagi bayi yang lahir pada 2025. Bayi perempuan diperkirakan memiliki risiko 39,70 persen meninggal akibat kanker, penyakit jantung, atau penyakit serebrovaskular sepanjang hidupnya.

Sementara itu, bayi laki-laki memiliki risiko sebesar 45,03 persen meninggal akibat tiga kelompok penyakit tersebut. Angka tersebut masing-masing turun 0,59 poin persentase untuk perempuan dan 0,38 poin persentase untuk laki-laki dibandingkan tahun sebelumnya.

Kementerian menjelaskan bahwa penurunan angka kematian akibat beberapa jenis kanker dan penyakit jantung menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan usia harapan hidup masyarakat Jepang. Perbaikan tersebut turut berkontribusi terhadap tren positif yang tercatat pada 2025.

Data yang dirilis merupakan abridged life table atau tabel harapan hidup ringkas yang disusun setiap tahun berdasarkan estimasi jumlah penduduk dan berbagai data statistik lainnya. Pemerintah Jepang juga menyusun complete life table setiap lima tahun sekali menggunakan hasil sensus penduduk nasional sebagai dasar perhitungan yang lebih rinci.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore