Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Juli 2026 | 18.10 WIB

6 Tahun Jadi Negara Paling Bahagia, Ini Rahasia Hidup Santai Orang Finlandia

Suasana yang nyaman dan indah di Finlandia (Dok. finlandq.com) - Image

Suasana yang nyaman dan indah di Finlandia (Dok. finlandq.com)

JawaPos.com - Masing-masing dari kita pasti punya standar sendiri untuk mengartikan kata "bahagia". Ada yang senang kalau punya uang banyak, ada juga yang sudah puas asal bisa hidup tenang. Menariknya, menurut data PBB, Finlandia sukses mempertahankan gelarnya sebagai negara paling bahagia di dunia selama enam tahun berturut-turut.

Seorang ahli psikologi asal Finlandia, Frank Martela mencoba meneliti kebiasaan masyarakat di sana. Hasilnya mengejutkan, rahasia bahagia mereka ternyata bukan karena harta yang melimpah, melainkan karena pola pikir yang sangat sederhana.

Warga Finlandia ternyata memegang teguh empat pepatah kuno dalam kehidupan sehari-hari mereka. Prinsip hidup ini sangat cocok ditiru bagi Anda yang ingin lepas dari stres dan tekanan hidup. Dikutip dari Your Tango, berikut penjelasannya:

1. "Kalau Lagi Bahagia, Jangan Dipamerkan"

Masyarakat Finlandia punya sifat dasar yang sangat rendah hati. Mereka percaya bahwa saat kita sedang sukses atau merasa sangat gembira, kita tidak perlu menggebu-gebu memamerkannya kepada orang lain.

Prinsip ini sukses menjaga mereka dari penyakit mental akibat kebiasaan suka membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Kebiasaan membandingkan nasib, harta, dan pencapaian dengan orang lain adalah biang kerok utama hancurnya kebahagiaan.

Bahkan, 73% orang mengaku jadi gampang stres dan depresi gara-gara sering membandingkan diri di media sosial. Dengan prinsip "anti-pamer" ini, orang Finlandia bisa hidup lebih damai tanpa perlu merasa tersaing.

2. "Orang Pesimis Gak Akan Pernah Kecewa"

Mendengar kata pesimis mungkin terdengar negatif. Namun bagi orang Finlandia, pepatah ini adalah cara cerdas untuk menyiapkan mental agar tidak gampang stres saat menghadapi masalah.

Mereka sadar bahwa hidup tidak selamanya mulus dan rencana kita bisa saja gagal di tengah jalan.

Nah, dengan menyiapkan mental bahwa "hal buruk bisa saja terjadi", mereka justru jadi lebih siap dan tegar saat masalah benar-benar datang. Mereka tidak akan kaget, melainkan langsung fokus mencari solusi untuk memperbaikinya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore