Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Juni 2026 | 16.29 WIB

Analisis Ahli soal Gempa Venezuela: Mirip Perulangan Sejarah 200 Tahun Lalu

Orang-orang mencari korban di tengah reruntuhan bangunan yang hancur saat upaya penyelamatan terus berlanjut di Catia La Mar di La Guaira, Venezuela. (Edilzon Gamez/Getty Images) - Image

Orang-orang mencari korban di tengah reruntuhan bangunan yang hancur saat upaya penyelamatan terus berlanjut di Catia La Mar di La Guaira, Venezuela. (Edilzon Gamez/Getty Images)

JawaPos.com - Bencana kemanusiaan berskala katastropik atau sangat merusak tengah melanda Venezuela utara dan tengah. Dua gempa bumi besar yang terjadi hampir bersamaan, atau dikenal sebagai fenomena doublet earthquake, dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.430 jiwa. Guncangan beruntun bermagnitudo 7,2 dan 7,5 ini meluluhlantakkan pusat kota dalam hitungan detik.

Otoritas parlemen nasional setempat mengonfirmasi situasi di lapangan terus memburuk. Selain korban meninggal dunia yang melonjak tajam, tercatat 3.200 orang mengalami luka-luka, 3.100 warga kehilangan tempat tinggal, serta 68.900 orang dilaporkan hilang oleh keluarga mereka di bawah reruntuhan bangunan.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Dr. Daryono, menjelaskan bahwa karakteristik gempa kembar ini memiliki daya rusak yang luar biasa karena efek akumulatifnya.

"Bahaya utama dari gempa doublet terletak pada akumulasi kerusakan struktural yang tidak terduga. Bangunan atau infrastruktur yang mungkin masih berdiri tegak namun sudah mengalami keretakan akibat gempa pertama, sering kali tidak lagi mampu menahan beban guncangan kedua," ungkap Daryono dalam analisisnya.

Kronologi Pukulan Beruntun 39 Detik

Bencana ini bermula pada Rabu, 25 Juni 2026, pukul 05:05 WIB (atau petang hari waktu setempat). Wilayah San Felipe di negara bagian Yaracuy menjadi titik awal petaka.

Gempa pertama dengan kekuatan M7,2 mengguncang pada pukul 18:04 waktu lokal. Belum sempat warga menyelamatkan diri, hanya berselang 39 detik kemudian, gempa utama berkekuatan M7,5 menghantam dengan episentrum yang berdekatan.

Daryono memaparkan, bencana ini dipicu oleh aktivitas pada Sistem Sesar BoconĂ³â€“MorĂ³n–El Pilar. Zona ini merupakan sesar geser mendatar kompleks yang menandai batas pergerakan antara Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan.

Kerusakan Ekstrem dan Kota yang Lumpuh

Guncangan dilaporkan mencapai skala intensitas IX MMI, yang berarti masuk dalam kategori guncangan ekstrem. Kota Caracas dan negara bagian La Guaira menjadi wilayah terdampak paling parah.

Gedung-gedung bertingkat di kawasan padat seperti Los Palos Grandes dan Altamira dilaporkan runtuh rata dengan tanah. Selain pemukiman, infrastruktur vital seperti Bandar Udara Internasional SimĂ³n BolĂ­var mengalami kerusakan struktural serius yang memaksa seluruh operasional penerbangan dihentikan total.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore