Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 April 2026 | 03.08 WIB

Perang Iran–AS di Ambang Akhir? Donald Trump Sebut 'Hampir Selesai' di Tengah Rencana Perundingan Kedua

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bahwa mereka telah menembak jatuh jet tempur F-35 AS di bagian tengah negara itu pada Jumat (3/4). (Anadolu) - Image

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bahwa mereka telah menembak jatuh jet tempur F-35 AS di bagian tengah negara itu pada Jumat (3/4). (Anadolu)

JawaPos.com - Perkembangan terbaru konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memasuki babak baru namun menunjukkan dua sisi yang kontras: optimisme perdamaian di satu sisi, namun eskalasi ancaman baru di sisi lain.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyuarakan keyakinannya bahwa konflik dengan Iran yang saat ini tertahan oleh gencatan senjata dua pekan, berada di ambang akhir.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyebut situasi perang 'sangat dekat untuk berakhir'. Ia juga mengisyaratkan kemungkinan dimulainya kembali pembicaraan damai langsung antara Washington dan Teheran dalam waktu dekat, dengan dukungan dari Pakistan.

Optimisme ini muncul di tengah berlangsungnya gencatan senjata yang telah berjalan hampir sepekan. Pemerintahan Trump mendorong agar momentum ini dimanfaatkan untuk mencapai kesepakatan besar, bukan sekadar penghentian sementara konflik.

Wakil Presiden J. D. Vance sebelumnya menegaskan bahwa Washington tidak tertarik pada 'kesepakatan kecil'.

"Dia (Trump) ingin membuat kesepakatan besar... jika Iran bersedia bertindak seperti negara normal, maka kami bersedia memperlakukan Iran secara ekonomi seperti negara normal," kata Vance dikutip dari ANTARA.

Namun, hingga kini, pembicaraan terakhir di Islamabad belum menghasilkan terobosan signifikan. Salah satu ganjalan utama tetap tuntutan AS agar Iran tidak memiliki senjata nuklir dan rencananya kedua pihak tersebut akan kembali berunding dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Iran justru memperkeras sikapnya. Teheran membantah klaim militer AS yang menyebut telah 'sepenuhnya menghentikan' arus perdagangan laut Iran.

Lebih jauh, Iran kembali mengancam akan mengganggu jalur pelayaran komersial di kawasan Timur Tengah jika blokade terhadap pelabuhan mereka terus berlanjut.

Ancaman ini meningkatkan kekhawatiran global, mengingat kawasan tersebut merupakan jalur vital perdagangan energi dan logistik dunia.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore