
Péter Magyar melambaikan bendera Hungaria saat berpidato di Budapest usai kemenangan partainya dalam pemilu. Foto: (The Guardian)
JawaPos.com — Perubahan politik besar mengguncang Eropa Tengah setelah pihak oposisi Hungaria berhasil mengakhiri dominasi panjang Perdana Menteri Viktor Orbán. Pemilu terbaru tidak hanya mengakhiri kekuasaan selama 16 tahun, tetapi juga membuka peluang restrukturisasi arah kebijakan domestik dan hubungan luar negeri negara tersebut.
Kemenangan ini diraih oleh Péter Magyar melalui partai Tisza, yang secara meyakinkan mengungguli partai berkuasa Fidesz. Hasil tersebut langsung menjadi sorotan global, mengingat posisi Orbán selama ini sebagai simbol gerakan populis kanan dan model bagi sejumlah pemimpin serupa di dunia.
Dilansir dari The Guardian, Senin (13/4/2026), Orbán mengakui kekalahan kurang dari tiga jam setelah pemungutan suara ditutup. Ia menyebut hasil pemilu ini “menyakitkan namun jelas,” seraya menambahkan, “Saya mengucapkan selamat kepada pihak pemenang. Kami akan tetap mengabdi kepada bangsa Hungaria dari posisi oposisi.”
Berdasarkan 96 persen suara yang telah dihitung, partai Tisza diproyeksikan meraih 138 dari total 199 kursi parlemen. Perolehan ini memberi mereka mayoritas super, yang memungkinkan perubahan konstitusi serta pembatalan sejumlah kebijakan era Orbán. Sebaliknya, Fidesz hanya memperoleh 55 kursi, sementara partai kanan ekstrem Mi Hazánk mendapatkan enam kursi.
Dalam pidato kemenangannya, Magyar menekankan pentingnya perubahan arah politik nasional. “Malam ini, kebenaran menang atas kebohongan. Hari ini kita menang karena rakyat Hungaria tidak lagi bertanya apa yang negara berikan kepada mereka, tetapi apa yang bisa mereka berikan untuk tanah air,” ujarnya di hadapan ribuan pendukung.
Kemenangan ini memiliki implikasi luas, terutama terhadap hubungan Hungaria dengan Uni Eropa yang selama ini tegang. Orbán dikenal kerap berselisih dengan Brussel, termasuk memveto sanksi tambahan terhadap Rusia serta paket pinjaman Uni Eropa senilai 90 miliar euro (sekitar Rp 1.794 triliun, dengan kurs Rp 19.940 per euro) untuk Ukraina. Ketegangan semakin meningkat setelah muncul tuduhan bahwa pemerintahannya membocorkan informasi rahasia Uni Eropa kepada Moskwa.
Reaksi internasional pun segera bermunculan. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan, “Jantung Eropa berdetak lebih kuat di Hungaria malam ini. Sebuah negara merebut kembali jalur Eropanya.” Perdana Menteri Polandia Donald Tusk bahkan menyambut hasil ini dengan nada simbolis, menyerukan kembalinya Hungaria ke arus utama Eropa.
Di sisi lain, pemilu ini juga dipandang sebagai ujian bagi pengaruh global gerakan populis kanan. Orbán selama ini mendapat dukungan dari tokoh-tokoh seperti Donald Trump, JD Vance, hingga pemimpin Eropa seperti Marine Le Pen dan Giorgia Meloni. Bahkan, beberapa hari sebelum pemilu, Vance sempat berkunjung ke Budapest untuk memberikan dukungan langsung.
Namun, dinamika domestik memainkan peran penting dalam kekalahan Orbán. Selama berkuasa, pemerintahannya dituding melemahkan sistem checks and balances, menguasai sekitar 80 persen media nasional, serta mengintervensi sistem peradilan. Gelombang perlawanan publik pun meningkat, termasuk demonstrasi besar di Budapest yang menentang pembatasan kebebasan sipil.
Partisipasi pemilih muda menjadi faktor penentu lainnya. Survei menunjukkan sekitar 65 persen pemilih di bawah usia 30 tahun memilih menentang Orbán. Banyak dari mereka turun ke jalan merayakan kemenangan, dengan harapan perubahan nyata setelah bertahun-tahun menghadapi penurunan kebebasan pers dan meningkatnya korupsi.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
