
Mantan Ibu Negara AS Michelle Obama kembali jadi sorotan di tengah viralnya klaim pencalonan Pilpres 2028. Foto: (EWTN News)
JawaPos.com — Jagat media sosial global dihebohkan oleh klaim viral yang menyebut Michelle Obama tengah bersiap maju dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) 2028.
Narasi ini menyebar cepat dan memicu spekulasi luas, terutama karena nama Michelle Obama selama ini kerap disebut-sebut sebagai figur potensial di kubu Partai Demokrat. Namun, di balik viralitas tersebut, muncul pertanyaan krusial: benarkah klaim ini memiliki dasar fakta?
Seiring meningkatnya perhatian publik, sejumlah laporan justru mengungkap bahwa informasi tersebut tidak akurat. Klaim yang beredar bukan berasal dari pernyataan resmi atau sumber kredibel, melainkan dari konten parodi yang kemudian disalahartikan sebagai fakta.
Fenomena ini kembali memperlihatkan bagaimana disinformasi dapat dengan mudah membentuk persepsi publik, terutama ketika melibatkan tokoh global dengan pengaruh besar.
Dilansir dari Times Now News, Minggu (12/4/2026), rumor tersebut bermula dari akun X bernama “Hoop Craves,” yang dikenal sering mengunggah konten parodi terkait figur publik. Dalam salah satu unggahannya, akun tersebut menarasikan bahwa Michelle Obama “dilaporkan merencanakan pencalonan presiden pada 2028” dengan pernyataan bernada simbolis bahwa “sudah saatnya perempuan kulit hitam memimpin negara ini.”
Awalnya, unggahan tersebut dipahami sebagai ‘lelucon’. Namun demikian, konteks parodi tersebut mulai kabur ketika klaim itu diperkuat oleh figur berpengaruh. Seorang influencer gerakan Make America Great Again (MAGA) sekaligus pembawa acara Newsmax, David Harris Jr., turut membagikan ulang narasi tersebut kepada jutaan pengikutnya, sehingga memperluas jangkauan dan meningkatkan persepsi seolah informasi tersebut benar adanya.
Padahal, hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa Michelle Obama tidak memiliki rencana maupun indikasi untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Klaim tersebut sepenuhnya tidak berdasar dan hanya berakar pada interpretasi keliru terhadap konten hiburan. Situasi ini menegaskan betapa cepatnya informasi yang tidak diverifikasi dapat berubah menjadi “kebenaran semu” di ruang digital.
Lebih jauh, Michelle Obama sendiri telah berulang kali menyatakan penolakannya terhadap kemungkinan terjun ke politik elektoral. Dalam sebuah wawancara podcast pada tahun sebelumnya, ia menegaskan sikapnya dengan lugas: “Ketika orang bertanya kepada saya apakah saya akan mencalonkan diri, jawabannya adalah tidak.”
Penegasan tersebut bahkan diperkuat dengan alasan yang sangat personal. Ia menyatakan, “Bukan hanya saya tidak tertarik pada politik dalam cara seperti itu, tetapi gagasan untuk membawa kembali anak-anak saya ke sorotan publik ketika mereka baru mulai membangun kehidupan mereka sendiri… saya rasa kami sudah melakukan cukup banyak. Pertanyaan itu sudah terjawab—tidak akan pernah terjadi.”
Keputusan tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari keinginannya melindungi kedua putrinya, Sasha Obama dan Malia Obama, dari tekanan kehidupan publik yang intens. Pengalaman selama masa kepresidenan Barack Obama menjadi pelajaran penting yang membentuk perspektif tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
