Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 April 2026 | 17.20 WIB

Paus Leo Desak Presiden AS Donald Trump Cari Jalan Keluar untuk Akhiri Perang Iran yang Kian Meluas

Paus Leo XIV berbicara kepada media saat meninggalkan kediaman kepausan untuk kembali ke Vatikan di Castel Gandolfo, Italia, 31 Maret 2026 (Reuters) - Image

Paus Leo XIV berbicara kepada media saat meninggalkan kediaman kepausan untuk kembali ke Vatikan di Castel Gandolfo, Italia, 31 Maret 2026 (Reuters)

JawaPos.com - Paus Leo secara terbuka mendesak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk segera mencari jalan keluar guna menghentikan perang Iran yang kian meluas dan memperburuk ketidakstabilan global. Seruan ini menandai eskalasi sikap Vatikan yang semakin tegas terhadap konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Paus Leo kepada wartawan di luar kediamannya di Castel Gandolfo, dekat Roma, pada Selasa (31/3) waktu setempat. Dalam konteks meningkatnya intensitas konflik, ia menekankan urgensi langkah deeskalasi untuk menahan laju kekerasan yang terus meluas lintas wilayah.

Melansir dari Reuters, Rabu (1/4/2026), Paus Leo mengungkapkan bahwa ia mengetahui adanya sinyal dari Presiden Trump yang ingin mengakhiri konflik. "Saya diberitahu bahwa Presiden Trump baru-baru ini menyatakan ingin mengakhiri perang," ujar Paus Leo, mengacu pada pernyataan terbaru dari Washington.

Namun demikian, Paus Leo tidak berhenti pada pengakuan tersebut. Ia secara eksplisit mendorong langkah konkret dari pemerintah Amerika Serikat. "Saya berharap dia sedang mencari jalan keluar, saya berharap dia mencari cara untuk mengurangi tingkat kekerasan," katanya. Pernyataan ini menjadi signifikan karena jarangnya seorang paus menyampaikan seruan langsung kepada pemimpin negara dengan nada sejelas ini.

Dalam beberapa pekan terakhir, Paus Leo memang menunjukkan peningkatan intensitas kritik terhadap perang Iran. Sebagai pemimpin yang dikenal berhati-hati dalam berkomunikasi, perubahan nada ini mencerminkan kekhawatiran mendalam terhadap dampak kemanusiaan yang semakin meluas.

Sikap ini sebelumnya juga tercermin dalam pernyataan keras yang ia sampaikan pada Minggu. Dalam khotbahnya, Paus Leo menegaskan bahwa Tuhan menolak doa para pemimpin yang memulai perang dan memiliki "tangan yang penuh darah." Pernyataan itu dipandang sebagai kritik moral langsung terhadap para pengambil keputusan yang terlibat dalam konflik.

Sebagai konteks, perang Iran yang telah berlangsung selama satu bulan bermula dari serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran pada 28 Februari. Sejak itu, konflik berkembang menjadi krisis regional yang melibatkan berbagai aktor dan memperluas area ketegangan di Timur Tengah.

Selain menimbulkan ribuan korban jiwa, konflik ini juga mengganggu pasokan energi global, memicu volatilitas pasar, dan meningkatkan risiko perlambatan ekonomi dunia. Dalam konteks ini, perang tidak lagi bersifat regional, melainkan telah berdampak sistemik terhadap stabilitas global.

Selain itu, Paus Leo secara khusus menyoroti tingginya jumlah korban sipil, termasuk anak-anak. "Sudah terlalu banyak kematian, termasuk anak-anak yang tidak berdosa," ujarnya. Lebih lanjut, ia mengajak komunitas internasional untuk tidak berhenti menyerukan perdamaian. "Mari kita terus menggaungkan seruan untuk perdamaian," kata Paus Leo, menekankan pentingnya tekanan moral global dalam meredam konflik.

Ia juga mengkritik kecenderungan sejumlah pihak yang terus mendorong konfrontasi bersenjata. "Terlalu banyak orang yang mempromosikan pertempuran, kekerasan, dan perang," ujarnya, menggarisbawahi dinamika global yang dinilai semakin menjauh dari jalur diplomasi.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore