
Paus Leo XIV berbicara kepada media saat meninggalkan kediaman kepausan untuk kembali ke Vatikan di Castel Gandolfo, Italia, 31 Maret 2026 (Reuters)
JawaPos.com - Paus Leo secara terbuka mendesak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk segera mencari jalan keluar guna menghentikan perang Iran yang kian meluas dan memperburuk ketidakstabilan global. Seruan ini menandai eskalasi sikap Vatikan yang semakin tegas terhadap konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Paus Leo kepada wartawan di luar kediamannya di Castel Gandolfo, dekat Roma, pada Selasa (31/3) waktu setempat. Dalam konteks meningkatnya intensitas konflik, ia menekankan urgensi langkah deeskalasi untuk menahan laju kekerasan yang terus meluas lintas wilayah.
Melansir dari Reuters, Rabu (1/4/2026), Paus Leo mengungkapkan bahwa ia mengetahui adanya sinyal dari Presiden Trump yang ingin mengakhiri konflik. "Saya diberitahu bahwa Presiden Trump baru-baru ini menyatakan ingin mengakhiri perang," ujar Paus Leo, mengacu pada pernyataan terbaru dari Washington.
Namun demikian, Paus Leo tidak berhenti pada pengakuan tersebut. Ia secara eksplisit mendorong langkah konkret dari pemerintah Amerika Serikat. "Saya berharap dia sedang mencari jalan keluar, saya berharap dia mencari cara untuk mengurangi tingkat kekerasan," katanya. Pernyataan ini menjadi signifikan karena jarangnya seorang paus menyampaikan seruan langsung kepada pemimpin negara dengan nada sejelas ini.
Dalam beberapa pekan terakhir, Paus Leo memang menunjukkan peningkatan intensitas kritik terhadap perang Iran. Sebagai pemimpin yang dikenal berhati-hati dalam berkomunikasi, perubahan nada ini mencerminkan kekhawatiran mendalam terhadap dampak kemanusiaan yang semakin meluas.
Sikap ini sebelumnya juga tercermin dalam pernyataan keras yang ia sampaikan pada Minggu. Dalam khotbahnya, Paus Leo menegaskan bahwa Tuhan menolak doa para pemimpin yang memulai perang dan memiliki "tangan yang penuh darah." Pernyataan itu dipandang sebagai kritik moral langsung terhadap para pengambil keputusan yang terlibat dalam konflik.
Sebagai konteks, perang Iran yang telah berlangsung selama satu bulan bermula dari serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran pada 28 Februari. Sejak itu, konflik berkembang menjadi krisis regional yang melibatkan berbagai aktor dan memperluas area ketegangan di Timur Tengah.
Selain menimbulkan ribuan korban jiwa, konflik ini juga mengganggu pasokan energi global, memicu volatilitas pasar, dan meningkatkan risiko perlambatan ekonomi dunia. Dalam konteks ini, perang tidak lagi bersifat regional, melainkan telah berdampak sistemik terhadap stabilitas global.
Selain itu, Paus Leo secara khusus menyoroti tingginya jumlah korban sipil, termasuk anak-anak. "Sudah terlalu banyak kematian, termasuk anak-anak yang tidak berdosa," ujarnya. Lebih lanjut, ia mengajak komunitas internasional untuk tidak berhenti menyerukan perdamaian. "Mari kita terus menggaungkan seruan untuk perdamaian," kata Paus Leo, menekankan pentingnya tekanan moral global dalam meredam konflik.
Ia juga mengkritik kecenderungan sejumlah pihak yang terus mendorong konfrontasi bersenjata. "Terlalu banyak orang yang mempromosikan pertempuran, kekerasan, dan perang," ujarnya, menggarisbawahi dinamika global yang dinilai semakin menjauh dari jalur diplomasi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
