
Orang-orang berkumpul di Tokyo untuk memprotes agenda kebijakan berbahaya Perdana Menteri Sanae Takaichi pada 19 Maret 2026. (Xinhua)
JawaPos.com - Lebih dari 10.000 warga Jepang dilaporkan memadati jalanan Tokyo pada Kamis (19/3) malam dalam sebuah demonstrasi besar yang menolak agenda kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi. Aksi ini menjadi sorotan global, terutama karena berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.
Massa berkumpul di depan Second Members' Office Building, Gedung DPR Jepang, sambil membawa berbagai poster bertuliskan 'No War' dan 'Oppose Constitutional Revision'.
Mereka menyerukan pentingnya mempertahankan Konstitusi damai Jepang sekaligus menolak langkah pemerintah yang dinilai berpotensi menyeret negara itu ke arah militerisasi.
Mengutip via China Daily, Konstitusi Jepang yang mulai berlaku pada 1947 dikenal luas sebagai konstitusi pasifis. Pasal 9 secara tegas menyatakan bahwa Jepang menolak perang sebagai hak kedaulatan negara dan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk menyelesaikan sengketa internasional.
Namun, Perdana Menteri Sanae Takaichi bersama sejumlah politisi konservatif telah lama mendorong revisi terhadap Pasal 9. Pernyataan terbaru Takaichi yang menegaskan komitmennya untuk mengubah konstitusi memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat.
Salah satu peserta aksi, Natsuki Mitomi, menegaskan bahwa Pasal 9 telah menjadi fondasi penting dalam menjaga Jepang tetap berada di jalur damai selama puluhan tahun.
“Pasal ini sangat penting bagi masa depan Jepang. Kami tidak bisa membiarkannya dihapus oleh Takaichi,” ujarnya kepada wartawan.
Kekhawatiran publik semakin meningkat setelah pemerintah mempercepat penguatan kemampuan militer. Kementerian Pertahanan Jepang diketahui telah mengirimkan peluncur rudal serta peralatan lain untuk sistem rudal Type 12 yang telah ditingkatkan ke kamp Pasukan Bela Diri Darat di Prefektur Kumamoto tanpa penjelasan publik sebelumnya.
Pihak kementerian menyatakan bahwa sistem tersebut akan resmi ditempatkan di pangkalan itu pada 31 Maret mendatang. Seorang demonstran lain bernama Ryoko mengaku khawatir karena Kumamoto merupakan kampung halaman keluarganya.
“Pemerintah sangat tidak bertanggung jawab jika menempatkan rudal tanpa mendengar suara warga atau mengadakan penjelasan terlebih dahulu,” katanya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
