
Donald Trump bagikan foto Nicolas Maduro usai ditangkap AS. (X/TheWhiteHouse)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu perhatian dunia internasional setelah mengunggah foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam kondisi diborgol dan ditutup matanya di atas sebuah kapal perang AS.
Unggahan itu muncul hanya beberapa jam setelah Maduro ditangkap dalam operasi militer besar-besaran yang dilakukan pasukan Amerika Serikat di Caracas.
Foto tersebut dibagikan Trump melalui platform Truth Social pada Sabtu waktu setempat.
Dalam gambar itu, Maduro terlihat mengenakan pakaian santai berwarna abu-abu, lengkap dengan penutup mata dan headphone besar di telinganya. Ia tampak memegang botol air plastik, dikelilingi aparat militer AS di dalam kapal perang.
Dalam konferensi pers setelah operasi berlangsung, Trump menyatakan Amerika Serikat akan 'mengelola' Venezuela untuk sementara waktu hingga terjadi transisi kekuasaan yang dianggap aman.
Ia juga menegaskan akan membuka pintu bagi perusahaan minyak AS untuk kembali beroperasi di Venezuela, negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.
“Venezuela memiliki sumber daya luar biasa. Kami akan memastikan itu tidak lagi digunakan untuk membiayai teror narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan,” ujar Trump.
Sejak 2019, Venezuela berada di bawah sanksi minyak AS. Meski demikian, negara Amerika Selatan itu masih memproduksi sekitar satu juta barel minyak mentah per hari. Trump menuding pendapatan dari sektor tersebut selama ini menjadi sumber pendanaan aktivitas kriminal lintas negara.
Operasi Militer Skala Besar
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengungkapkan bahwa penangkapan Maduro bukanlah operasi spontan. Menurutnya, misi tersebut telah dipersiapkan selama berbulan-bulan dengan tingkat kompleksitas yang sangat tinggi.
“Lebih dari 150 pesawat militer dikerahkan dan diluncurkan dari berbagai wilayah di Belahan Barat. Ini adalah operasi ekstraksi yang sangat presisi,” kata Caine dalam konferensi pers bersama Trump.
Ia menambahkan, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang telah didakwa atas sejumlah kejahatan, menyerahkan diri dan langsung diamankan Departemen Kehakiman AS dengan dukungan militer. Operasi itu, klaim AS, berlangsung tanpa korban jiwa dari pihak Amerika.
Trump sendiri menyebut penangkapan tersebut sebagai 'operasi brilian'. Namun, ia mengakui bahwa beberapa personel militer AS mengalami luka-luka, meski tidak ada yang tewas.
Reaksi Dalam dan Luar Negeri
Pemerintah Venezuela mengecam keras tindakan Washington dan menyebutnya sebagai agresi militer yang sangat serius. Caracas langsung menetapkan status darurat nasional tak lama setelah operasi berlangsung.
Di sisi lain, pemimpin oposisi Venezuela yang didukung AS, Maria Corina Machado, penerima Nobel Perdamaian tahun lalu, menyambut penangkapan Maduro dengan penuh euforia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022