
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Bloomberg)
JawaPos.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama sang istri, Cilia Flores, dilaporkan ditarik paksa keluar dari kamar tidur mereka oleh pasukan Amerika Serikat (AS). Keduanya disebut ditangkap pada tengah malam ketika sedang terlelap tidur.
Informasi ini disampaikan oleh dua sumber yang mengetahui langsung jalannya operasi tersebut kepada CNN International. "Pasangan itu ditangkap di tengah malam saat mereka sedang tidur," kata sumber tersebut.
Operasi penggerebekan dan penangkapan Presiden Venezuela beserta ibu negara dilakukan oleh Delta Force, unit elite Angkatan Darat AS. Meski begitu, seorang pejabat Amerika Serikat memastikan tidak ada korban dari pihak AS dalam operasi tersebut.
Selain pasukan operasi khusus, sejumlah agen Biro Investigasi Federal (FBI) juga dilaporkan ikut mendampingi dalam aksi penculikan Maduro, menurut sumber yang memahami detail operasi itu.
Saat ini, otoritas AS tengah menyusun rencana untuk membawa Maduro ke New York, tempat ia akan menjalani proses hukum atas dakwaan di pengadilan federal Manhattan.
Badan Pemberantasan Narkoba AS (DEA) diketahui telah bertahun-tahun menyiapkan dakwaan terhadap Maduro dan beberapa pejabat tinggi militer Venezuela. Pejabat penegak hukum AS menyebut dakwaan tersebut akan menjadi dasar tuntutan yang segera diumumkan ke publik.
Tak lama setelah Maduro ditangkap, Jaksa Agung AS Pam Bondi menyatakan bahwa presiden Venezuela itu akan segera menghadapi kerasnya sistem peradilan Amerika.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyampaikan pengumuman mengejutkan pada Sabtu (3/1), dengan menyatakan bahwa pasukan Amerika Serikat telah berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Dalam pernyataannya, Trump menyebut Maduro dan istrinya saat ini sedang diterbangkan keluar dari wilayah Venezuela.
Pengumuman ini menjadi klimaks dramatis dari tekanan intens selama berbulan-bulan yang dilakukan pemerintahan Trump untuk menyingkirkan Maduro dari tampuk kekuasaan di Venezuela.
Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela. Ia menambahkan bahwa operasi militer tersebut dilakukan bekerja sama dengan aparat penegak hukum AS.
"Amerika Serikat telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan sedang menerbangkannya keluar dari Venezuela," tulis Trump dalam unggahannya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022