
Mike Bezos, ayah Jeff Bezos, menunjuk CEO untuk mengelola kekayaan keluarga senilai USD 40 miliar. (Independent)
JawaPos.com — Mike Bezos, ayah dari pendiri Amazon Jeff Bezos, tengah melakukan restrukturisasi besar atas pengelolaan kekayaan keluarganya yang mencapai sekitar USD 40 miliar atau Rp 666 triliun (kurs Rp 16.650 per dolar AS).
Dia menunjuk Valeria Alberola sebagai direktur utama untuk memimpin kantor pengelola kekayaan keluarga yang diberi nama Aurora Borealis.
Alberola, yang sebelumnya bekerja di kantor keluarga pewaris Walmart, Ben dan Lucy Ana Walton, kini dipercaya mengatur kekayaan Bezos senior dari Miami. Penunjukan ini, menurut Wall Street Journal, sudah dirancang sejak sebelum wafatnya Jacklyn Bezos pada Agustus lalu, yang juga merupakan penggerak utama berdirinya Aurora Borealis pada 2020.
Melansir Independent, Kamis (2/10/2025), Aurora Borealis kini tengah mencari seorang direktur investasi untuk mengelola portofolio keluarga. Posisi itu akan memegang kendali atas strategi investasi saham, aset alternatif, hingga pengelolaan yayasan dan dana amal keluarga.
Aurora Borealis dibentuk untuk menata aset Mike dan Jacklyn Bezos, sekaligus mempersiapkan transisi kekayaan lintas generasi. Menurut dokumen internal yang diperoleh media, ekspansi ini mencerminkan ambisi Mike Bezos memperluas aset di luar Amazon serta mengukuhkan peran generasi kedua dan ketiga keluarga Bezos dalam pengelolaan kekayaan.
Jeff Bezos sendiri, dengan kekayaan pribadi mencapai USD 243 miliar atau sekitar Rp 4.048 triliun, kerap menegaskan peran besar orang tuanya dalam kesuksesannya. “Ketika Anda memiliki orang-orang yang penuh kasih dan mendukung dalam hidup Anda, maka Anda akan mampu mengambil risiko,” ujarnya dalam wawancara bersama CEO Axel Springer, Mathias Döpfner, pada 2018.
Mike dan Jacklyn Bezos juga dikenal berani mengambil risiko sejak awal. Pada 1995, mereka menanamkan USD 250 ribu atau sekitar Rp 4,16 miliar untuk mendukung Amazon, meski Jeff kala itu sudah memperingatkan investasi itu bisa hilang seluruhnya. Keputusan itu terbukti menjadi pijakan lahirnya salah satu perusahaan terbesar dunia.
Fenomena kantor pengelola kekayaan keluarga seperti Aurora Borealis kian marak di kalangan ultra-kaya. Deloitte memperkirakan terdapat 8.030 kantor keluarga tunggal di dunia pada 2024, meningkat 31 persen sejak 2019. Angka ini diprediksi melonjak hingga 10.720 pada 2030, seiring gelombang transfer kekayaan besar-besaran dari generasi baby boomer kepada ahli warisnya.
Bagi Mike Bezos, langkah ini bukan sekadar menjaga nilai aset, melainkan membangun fondasi kelembagaan keluarga yang kuat. Dengan struktur manajemen formal berupa direktur utama, direktur investasi, serta dewan keluarga, Aurora Borealis kini bergerak layaknya lembaga investasi swasta berskala besar, bukan lagi sekadar kendaraan warisan.
Transformasi ini menandai perubahan penting dalam cara keluarga terkaya dunia mengelola kekayaannya. Dari sekadar pendekatan personal dan informal, kini beralih menuju tata kelola profesional yang berorientasi pada strategi jangka panjang dan kesinambungan generasi.
***

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
