Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 18.10 WIB

Trump Tolak Aneksasi Tepi Barat, Politisi Sayap Kanan Israel Desak Netanyahu Tetap Lanjut

Militer Israel lakukan kekerasan dan pengusiran paksa warga Palestina di Tepi Barat saat masih lakukan gencatan senjata di Gaza (Documentary Al Jazeera).

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan Israel tidak boleh menganeksasi Tepi Barat. Namun, politisi sayap kanan Israel mendesak PM Benjamin Netanyahu tetap melangkah, di tengah meningkatnya pengakuan negara-negara Barat atas Palestina.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan penolakannya terhadap rencana Israel menganeksasi Tepi Barat. Namun, pernyataan ini justru memicu gelombang penolakan dari politisi sayap kanan Israel yang mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk tetap mendeklarasikan kedaulatan Israel atas wilayah tersebut.

Trump, dalam pernyataannya di Gedung Putih, Kamis (25/9), mengatakan tegas: “Saya tidak akan mengizinkan Israel menganeksasi Tepi Barat. Itu tidak akan terjadi.”

Ucapan itu disampaikan menjelang pidato Netanyahu di Sidang Majelis Umum PBB dan pertemuan keduanya di Washington pekan depan.

Meski datang dari sekutu utama Israel, pernyataan Trump mendapat tentangan keras. Anggota Knesset dari Partai Zionisme Religius, Zvi Sukkot, menegaskan bahwa kedaulatan Yahudi atas tanah leluhur tidak bergantung pada pihak luar, termasuk AS.

Ia menyerukan Netanyahu segera menerapkan kedaulatan di Tepi Barat sebagai respons atas semakin banyak negara Eropa yang mengakui negara Palestina. Demikian dilansir via Times of Israel.

Nada serupa dilontarkan anggota Likud, Dan Ilouz, yang menyatakan bahwa Israel adalah negara berdaulat dan tidak ada pihak asing, “meski seorang sahabat besar sekalipun,” yang berhak menentukan kebijakan terkait tanah Israel.

Sementara itu, Avi Maoz dari Partai Noam menegaskan bahwa keputusan untuk menganeksasi Tepi Barat hanya berada di tangan pemerintah dan parlemen Israel.

Dukungan paling vokal datang dari Yossi Dagan, kepala Dewan Regional Samaria, yang menilai serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 menjadi bukti bahwa Israel tidak boleh lagi menunda aneksasi.

Ia menyebut hanya penerapan kedaulatan penuh di Tepi Barat yang bisa mencegah berdirinya negara Palestina yang menurutnya akan menjadi ancaman eksistensial bagi Israel.

“Mayoritas bangsa mengharapkan ini. Netanyahu harus menyatakan di PBB bahwa ini tanah kita dan kita akan melangkah untuk memastikan kelangsungan Israel,” kata Dagan.

Sumber pejabat Israel juga menyebutkan bahwa pemerintahan Trump sebelumnya sudah memperingatkan agar Israel tidak buru-buru menganeksasi wilayah sebagai respons atas pengakuan Palestina oleh negara-negara Barat.

Meski begitu, Netanyahu diperkirakan akan kembali membahas isu ini dalam pertemuannya dengan Trump.

Tanpa dukungan AS, langkah aneksasi Israel diyakini akan kehilangan bobot strategis sekaligus memicu gelombang penolakan internasional yang semakin meluas.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore