Militer Israel lakukan kekerasan dan pengusiran paksa warga Palestina di Tepi Barat saat masih lakukan gencatan senjata di Gaza (Documentary Al Jazeera).
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan Israel tidak boleh menganeksasi Tepi Barat. Namun, politisi sayap kanan Israel mendesak PM Benjamin Netanyahu tetap melangkah, di tengah meningkatnya pengakuan negara-negara Barat atas Palestina.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan penolakannya terhadap rencana Israel menganeksasi Tepi Barat. Namun, pernyataan ini justru memicu gelombang penolakan dari politisi sayap kanan Israel yang mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk tetap mendeklarasikan kedaulatan Israel atas wilayah tersebut.
Trump, dalam pernyataannya di Gedung Putih, Kamis (25/9), mengatakan tegas: “Saya tidak akan mengizinkan Israel menganeksasi Tepi Barat. Itu tidak akan terjadi.”
Ucapan itu disampaikan menjelang pidato Netanyahu di Sidang Majelis Umum PBB dan pertemuan keduanya di Washington pekan depan.
Meski datang dari sekutu utama Israel, pernyataan Trump mendapat tentangan keras. Anggota Knesset dari Partai Zionisme Religius, Zvi Sukkot, menegaskan bahwa kedaulatan Yahudi atas tanah leluhur tidak bergantung pada pihak luar, termasuk AS.
Ia menyerukan Netanyahu segera menerapkan kedaulatan di Tepi Barat sebagai respons atas semakin banyak negara Eropa yang mengakui negara Palestina. Demikian dilansir via Times of Israel.
Nada serupa dilontarkan anggota Likud, Dan Ilouz, yang menyatakan bahwa Israel adalah negara berdaulat dan tidak ada pihak asing, “meski seorang sahabat besar sekalipun,” yang berhak menentukan kebijakan terkait tanah Israel.
Sementara itu, Avi Maoz dari Partai Noam menegaskan bahwa keputusan untuk menganeksasi Tepi Barat hanya berada di tangan pemerintah dan parlemen Israel.
Dukungan paling vokal datang dari Yossi Dagan, kepala Dewan Regional Samaria, yang menilai serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 menjadi bukti bahwa Israel tidak boleh lagi menunda aneksasi.
Ia menyebut hanya penerapan kedaulatan penuh di Tepi Barat yang bisa mencegah berdirinya negara Palestina yang menurutnya akan menjadi ancaman eksistensial bagi Israel.
“Mayoritas bangsa mengharapkan ini. Netanyahu harus menyatakan di PBB bahwa ini tanah kita dan kita akan melangkah untuk memastikan kelangsungan Israel,” kata Dagan.
Sumber pejabat Israel juga menyebutkan bahwa pemerintahan Trump sebelumnya sudah memperingatkan agar Israel tidak buru-buru menganeksasi wilayah sebagai respons atas pengakuan Palestina oleh negara-negara Barat.
Meski begitu, Netanyahu diperkirakan akan kembali membahas isu ini dalam pertemuannya dengan Trump.
Tanpa dukungan AS, langkah aneksasi Israel diyakini akan kehilangan bobot strategis sekaligus memicu gelombang penolakan internasional yang semakin meluas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022