
Charlie Kirk (kanan) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump (Dok. Motherjones)
JawaPos.com - Presiden AS Donald Trump dan sejumlah tokoh terkemuka gerakan 'Make America Great Again' (Maga) memberikan penghormatan kepada Charlie Kirk di Stadion State Farm pada Minggu (21/9/2025).
Dilansir dari South China Morning Post, Trump memuji aktivis politik konservatif yang terbunuh itu sebagai martir yang jasanya kini harus terus dilestarikan.
Menurut Trump, upacara peringatan untuk Kirk berperan penting dalam kemenangan pemilu 2024, menarik puluhan ribu pelayat. Turut hadir Wakil Presiden AS JD Vance, pejabat senior pemerintahan lainnya, dan kaum konservatif muda yang dibentuk oleh Kirk.
Para pembicara menyoroti iman pria berapi-api berusia 31 tahun itu yang mendalam dan keyakinannya yang kuat bahwa kaum konservatif muda perlu menikah, membangun keluarga, dan mewariskan nilai-nilai mereka untuk terus membangun gerakan mereka.
Orang-orang terdekat Kirk berdoa dan lantai bergetar, karena alunan musik rock Kristen yang menggema saat kandang Arizona Cardinals NFL itu terasa seperti sebuah gereja raksasa.
Penembakan itu telah menimbulkan ketakutan di kalangan sebagian warga Amerika. Trump mencoba memanfaatkan kemarahan atas pembunuhan itu sebagai pembenaran untuk membungkam suara para kritikus dan lawan politiknya.
Orang-orang mulai mengantre sebelum fajar untuk mengamankan tempat di dalam Stadion State Farm di sebelah barat Phoenix, tempat organisasi Turning Point milik Kirk bermarkas.
Keamanannya ketat, mirip dengan Super Bowl atau acara-acara besar lainnya. Stadion berkapasitas 63.400 tempat duduk itu dengan cepat dipenuhi orang-orang yang berpakaian merah, putih, dan biru, seperti yang disarankan penyelenggara.
Foto-foto Kirk saat bekerja atau bersama istrinya, Erika, terpajang di kanvas-kanvas di seluruh area konsesi di lantai utama. Beberapa orang berpose di samping foto-foto.
"Kita akan merayakan kehidupan seorang pria hebat hari ini," kata Trump kepada wartawan sebelum berangkat ke Arizona.
Trump menyalahkan "kaum kiri radikal" atas kematian Kirk dan mengancam akan mengejar organisasi liberal dan donatur atau pihak lain yang menurutnya memfitnah atau merayakan kematian Kirk.
Puluhan orang, mulai dari jurnalis hingga guru dan pembawa acara larut malam Jimmy Kimmel, telah menghadapi penangguhan atau kehilangan pekerjaan, karena kubu Trump menganggap komentar dari orang-orang tersebut menyinggung atau terkesan merayakan kematian Kirk.
Pembalasan itu pada gilirannya memicu perdebatan mengenai Amandemen Pertama, karena pemerintahan Republik menjanjikan pembalasan terhadap mereka yang melontarkan apa yang dianggap sebagai pernyataan yang meremehkan setelah kematian Kirk.
Beberapa pembicara di acara peringatan tersebut secara umum menggambarkan Kirk sebagai seorang martir dalam pertempuran melawan kejahatan dan sering menyebut 'mereka' sebagai musuh. Beberapa menggunakan nada konfrontatif.
"Charlie memandang politik sebagai jalan menuju Yesus," kata Pendeta Rob McCoy, pendeta Kirk.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
