Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (Dok. Reuters)
JawaPos.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tampaknya berhasil meraih salah satu kemenangan diplomatik terbesarnya pekan lalu.
Dalam parade militer besar-besaran di Beijing, ia berdiri sejajar dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin, menegaskan posisinya di panggung global sebagai bagian dari poros kekuatan alternatif yang menantang dominasi Barat.
Momen ini bukan hanya menandai debut Kim dalam forum multilateral berskala tinggi, tetapi juga menunjukkan dukungan terbuka dari dua pemimpin otoriter paling berpengaruh di dunia.
Kehadiran Kim diapit Xi dan Putin dianggap sebagai sinyal kuat bahwa Pyongyang mendapatkan tempat istimewa dalam tatanan global baru yang tengah dibentuk Beijing dan Moskow.
Menurut laporan CNN World, Kim bahkan memperoleh perlakuan diplomatik khusus. Ia dijamu minum teh dan menghadiri jamuan makan malam di kediaman Xi di Zhongnanhai, kompleks politik paling bergengsi di Tiongkok.
Perlakuan ini hanya diberikan juga kepada Putin. Bagi Kim, yang selama ini dipandang sebagai mitra junior oleh Beijing dan Moskow, hal ini merupakan kemenangan propaganda besar.
Tiongkok Hapus Istilah Denuklirisasi dari Pernyataan Resmi
Namun, yang lebih mencolok adalah perubahan sikap Tiongkok. Untuk pertama kalinya, pernyataan resmi usai pertemuan Xi-Kim tidak lagi menyebutkan "denuklirisasi Semenanjung Korea."
Menurut Tong Zhao, peneliti senior di Carnegie Endowment for International Peace, hal ini menandai perubahan signifikan dalam kebijakan jangka panjang Beijing.
Selama bertahun-tahun, Tiongkok menjadi pendukung utama tercapainya Semenanjung Korea bebas nuklir. Kini, menurut Zhao, "Tiongkok secara enggan, tetapi dengan jelas, telah meninggalkan komitmennya terhadap tujuan menciptakan Semenanjung Korea tanpa senjata nuklir."
Langkah ini semakin mengukuhkan posisi Kim. Sepulang dari Beijing, ia langsung menyaksikan uji coba mesin roket bertenaga tinggi yang menurut media pemerintah Korea Utara akan digunakan untuk menggerakkan rudal balistik antarbenua terbaru, Hwasong-20.
Lim Eul-chul, profesor di Kyungnam University, menilai, "Korea Utara kini memiliki justifikasi untuk terus mempertahankan statusnya sebagai negara dengan kemampuan nuklir."
Pyongyang Umumkan Kebijakan Baru soal Nuklir dan Militer
Dilansir dari Reuters, Sabtu (13/9/2025), Kim juga mengumumkan bahwa Partai Buruh Korea pada kongres berikutnya akan merumuskan kebijakan baru untuk mendorong pembangunan kekuatan nuklir sekaligus memperkuat kemampuan militer konvensional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Hapoel Beer Sheva vs Sabah FK di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Malaga: Los Rojiblancos Menang Tipis?
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Potensi The Hoops Menang!
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
