Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 September 2025 | 05.11 WIB

Mengenal Kimchi: Ikon Kuliner Tradisional Korea yang Jadi Simbol Dunia dan Identitas Budaya Negeri Ginseng

  Kimchi tradisional Korea dengan kubis napa yang difermentasi bersama gochugaru, bawang putih, dan jahe, menghadirkan cita rasa pedas segar sekaligus menjadi simbol identitas budaya Negeri Ginseng. - Image

  Kimchi tradisional Korea dengan kubis napa yang difermentasi bersama gochugaru, bawang putih, dan jahe, menghadirkan cita rasa pedas segar sekaligus menjadi simbol identitas budaya Negeri Ginseng.

JawaPos.com - Kimchi menjadi makanan fermentasi tradisional Korea yang populer seantero jagad. Kuliner ini kini tidak hanya dikenal sebagai lauk pendamping di meja makan, tetapi juga telah menjelma menjadi ikon kuliner dunia.

Hidangan yang berbahan dasar kubis napa, lobak, serta bumbu pedas khas seperti gochugaru ini membawa identitas budaya Korea ke kancah internasional. Menurut laporan VOA News, popularitas kimchi semakin melonjak di Amerika Serikat, terutama berkat pengaruh global dari K-pop dan K-drama yang memikat masyarakat luas.

"Meningkatnya ekspor kimchi membuktikan daya tarik kuliner ini. VOA News mencatat bahwa pada 2023, ekspor kimchi Korea mencapai lebih dari 44 ribu ton, naik tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tren ini menunjukkan bahwa kimchi telah melampaui sekadar makanan tradisional, melainkan juga menjadi bagian dari diplomasi budaya Korea Selatan," tulis VOA.

Namun, di balik popularitasnya, kimchi menghadapi tantangan serius akibat perubahan iklim. Reuters menyoroti bahwa musim panas ekstrem dan curah hujan tidak menentu telah memengaruhi kualitas dan kuantitas kubis napa, bahan utama pembuatan kimchi.

Petani di Korea Selatan khawatir kondisi ini akan membuat harga bahan melonjak, bahkan mengancam ketersediaan kimchi di masa depan.

Dampak perubahan iklim ini memperlihatkan kerentanan tradisi kuliner terhadap dinamika lingkungan global.

Reuters melaporkan bahwa pemerintah Korea Selatan telah berupaya memberikan subsidi dan dukungan kepada petani untuk mengatasi krisis pangan yang memengaruhi produksi kimchi. Meski begitu, ancaman jangka panjang tetap membayangi, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap hidangan ini tidak pernah surut.

Di sisi lain, kimchi juga dipandang sebagai makanan yang sarat manfaat kesehatan. VOA News menekankan bahwa banyak konsumen tertarik karena sifat probiotik kimchi yang dapat meningkatkan sistem pencernaan dan daya tahan tubuh. "Tren gaya hidup sehat membuat permintaan kimchi terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda yang peduli pada makanan alami dan fermentasim," jelas kantor berita Inggris, Reuters.

Ilustrasi Kimchi Jjigae (Freepik)

Kimchi juga kian diapresiasi di dunia kuliner Barat. The Guardian dalam liputannya mengulas beragam merek kimchi di pasar Inggris, menilai cita rasa dari yang ringan hingga pedas menyengat. Artikel tersebut menyoroti bagaimana kimchi ‘raw’ atau tidak dipasteurisasi dianggap lebih unggul karena tetap menyimpan bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan.

Ulasan The Guardian menegaskan bahwa kimchi tidak hanya soal rasa pedas fermentasi, tetapi juga soal keseimbangan antara kesegaran dan keasaman. Banyak chef internasional mulai menggunakan kimchi sebagai bahan kreatif dalam menu mereka, mulai dari burger hingga hidangan fusion lainnya. "Hal ini menunjukkan bahwa kimchi mampu beradaptasi dengan selera global tanpa kehilangan akar tradisionalnya," jelas Guardian.

Di Korea Selatan sendiri, pembuatan kimchi atau kimjang sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Tradisi membuat kimchi secara kolektif setiap musim gugur bukan hanya praktik memasak, melainkan juga ritual sosial yang memperkuat ikatan keluarga dan komunitas. Kehadiran kimchi di meja makan menjadi simbol kebersamaan yang diwariskan lintas generasi.

Dengan posisinya yang semakin kuat, kimchi kini menjadi representasi identitas Korea di mata dunia. Sebagaimana disebutkan VOA News, makanan ini tidak hanya dikonsumsi oleh diaspora Korea, tetapi juga oleh masyarakat global yang tertarik pada keunikan budaya Negeri Ginseng.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore