
Viral kreator konten di Malaysia nge-prank tunawisma pakai nasi dengan tulang ayam sisa. (SCMP)
JawaPos.com - Tiga kreator konten asal Malaysia tengah menghadapi penyelidikan polisi setelah video aksi 'amal palsu' mereka terhadap seorang tunawisma menuai kemarahan publik.
Video yang memperlihatkan mereka memberikan sisa tulang ayam kepada seorang pria gelandangan itu dianggap melecehkan dan memanfaatkan orang lain demi konten viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah ke Instagram, ketiganya terlihat duduk santai menikmati ayam goreng di sebuah restoran ayam goreng kenamaan.
Setelah itu, mereka membungkus sisa tulang ayam yang telah dikunyah dengan nasi sambil tertawa-tawa, lalu memberikannya kepada seorang tunawisma yang tengah tertidur di pinggir jalan.
Awalnya, pria itu tampak senang menerima makanan tersebut, namun reaksinya berubah menjadi kecewa saat mendapati hanya tulang sisa yang dia dapat. Sementara itu, para kreator konten malah memberikan gestur jempol ke kamera.
Aksi ini langsung menuai gelombang kemarahan di dunia maya. Warganet menilai video tersebut sebagai bentuk eksploitasi terhadap kelompok rentan demi menaikkan angka views dan engagement.
Para pelaku disebut sengaja melakukan 'rage baiting', membuat konten yang sengaja memancing kemarahan publik agar viral.
Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) menyatakan bahwa video tersebut adalah eksploitasi terhadap kaum marginal demi hiburan murahan.
“Penyebaran konten yang merendahkan martabat individu bukan hanya tidak etis, tetapi juga dapat menormalisasi budaya tidak manusiawi di masyarakat,” ujar MCMC dalam pernyataannya.
Kasus ini kini diselidiki di bawah Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia dengan ancaman hukuman maksimal dua tahun penjara dan denda hingga MYR 500.000 (sekitar Rp 400 juta).
Meski para kreator telah meminta maaf dan mengklaim video tersebut telah disetujui oleh sang tunawisma, publik tetap tidak menerima pembelaan itu. Mereka berdalih pria tersebut sebelumnya telah diberi makanan layak sebelum syuting dilakukan.
Namun kritik terus berdatangan. Seorang kreator lain menegaskan bahwa inti persoalan bukan pada apakah si tunawisma bersedia, melainkan tindakan memberi tulang sisa makanan sebagai bahan konten adalah sesuatu yang merendahkan martabat manusia.
“Perbuatan baik tidak dilakukan dengan cara seperti ini. Mencari penonton pun tidak sepatutnya dengan mempermalukan orang lain,” tegasnya.
Mengutip SCMP, aktris dan pembawa acara Agnes Lim juga ikut bersuara lantang. Ia menyerukan agar ketiganya menghapus akun media sosial mereka dan meninggalkan dunia digital.
“Ini bukan hanya tindakan yang tidak sensitif, tapi benar-benar tidak manusiawi,” katanya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
