Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Agustus 2025 | 21.14 WIB

Iran Tegaskan Siaga Penuh Hadapi Ancaman Israel: Ancaman 1 Persen Harus Dianggap 100 Persen

Panglima Angkatan Darat Iran Amir Hatami, dalam gambar yang diperoleh pada 23 Juni 2025. (Iranian Army/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS) - Image

Panglima Angkatan Darat Iran Amir Hatami, dalam gambar yang diperoleh pada 23 Juni 2025. (Iranian Army/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS)

JawaPos.com - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memanas. Panglima militer Iran, Amir Hatami, pada Minggu (3/8), menegaskan bahwa ancaman dari Israel masih nyata dan tidak bisa diabaikan. 

Dalam pernyataan resminya yang disiarkan kantor berita IRNA, Hatami menekankan pentingnya kesiapsiagaan penuh militer Iran di tengah konflik regional yang belum mereda. "Ancaman 1 persen harus dianggap sebagai ancaman 100 persen," ujar Hatami dikutip dari Reuters, Selasa (5/8).

"Kita tidak boleh meremehkan musuh atau menganggap bahwa ancamannya sudah berakhir," tambahnya, sambil menekankan bahwa kekuatan rudal dan drone Iran tetap siaga dan siap untuk digerakkan kapan saja.

Pernyataan ini muncul tak lama setelah gelombang eskalasi terbaru antara Teheran dan Tel Aviv. Pada Juni lalu, Israel dan Amerika Serikat dilaporkan meluncurkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran dalam konflik singkat selama 12 hari yang dijuluki 'Perang 12 Hari'.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan rentetan rudal dan drone ke wilayah Israel, menunjukkan kemampuannya dalam perang jarak jauh. Dalam perkembangan lain, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Juli lalu juga mengeluarkan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa Israel siap kembali menyerang Iran jika merasa terancam.

"Kami tidak akan ragu mengambil langkah militer lagi jika Iran menunjukkan gelagat mengancam," kata Katz dalam wawancara dengan media lokal.

Pernyataan Hatami menjadi penanda bahwa Iran belum melonggarkan posisinya meski konflik sempat mereda. Fokus utama pemerintah Iran saat ini, menurut laporan media pemerintah, adalah menjaga kapabilitas militer dalam bentuk kekuatan rudal dan teknologi drone, dua elemen yang selama ini menjadi tulang punggung strategi pertahanan mereka.

Pengamat Timur Tengah menilai bahwa pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan bagian dari strategi deterrence yang sengaja dibangun Teheran untuk menunjukkan bahwa mereka tidak akan tinggal diam jika diganggu.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran terus memperkuat sistem pertahanan udara dan memperluas jangkauan rudalnya hingga mampu menjangkau sebagian besar wilayah Israel.

Isu Stabilitas dan Nuklir Masih jadi Sorotan Dunia

Konflik berkepanjangan antara Iran dan Israel juga berimbas pada kekhawatiran global, terutama terkait program nuklir Iran. Serangan terhadap fasilitas nuklir oleh Israel dan AS menunjukkan bahwa upaya diplomasi nuklir belum sepenuhnya berhasil meredakan ketegangan.

Sementara itu, masyarakat internasional terus mendorong kedua pihak untuk kembali ke meja perundingan demi menghindari konflik berskala besar yang bisa memicu ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore