Potret Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares saat mengemukakan pandangannya terhadap serangan Israel (Dok. Carlos Jasso/Reuters)
JawaPos.com - Pada Sabtu, 25 Mei di Madrid, Pemerintah Spanyol melalui Menteri Luar Negerinya mengajak negara-negara Eropa dan Arab untuk bersatu menekan Israel. Langkah ini diambil untuk menghentikan serangan militer Israel di Jalur Gaza yang telah menyebabkan krisis kemanusiaan berskala besar.
Dikutip dari laman Al Jazeera, ajakan ini disampaikan menjelang pertemuan tingkat tinggi "The Madrid Group" yang diselenggarakan di ibu kota Spanyol. Bersamaan dengan itu, blokade bantuan kemanusiaan ke Palestina semakin memperburuk situasi di wilayah yang terkepung.
Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menegaskan bahwa masyarakat internasional tidak boleh tinggal diam dan harus mempertimbangkan sanksi terhadap Israel.
"Kami harus mempertimbangkan segalanya untuk menghentikan perang ini," ujar Albares. Ia juga menekankan pentingnya membuka blokade agar bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Gaza tanpa hambatan.
Hingga saat ini, hampir tidak ada bantuan yang masuk ke Gaza, meski Israel menyatakan akan mengizinkan bantuan terbatas masuk sejak pekan lalu.
Namun, menurut PBB dan organisasi bantuan lainnya, volume bantuan yang diperbolehkan masih jauh dari cukup, yaitu hanya sekitar 100 truk sejak Rabu. Padahal kebutuhan harian yang dibutuhkan mencapai 500–600 truk.
Pertemuan The Madrid Group kali ini dihadiri sekitar 20 negara dan organisasi internasional, termasuk Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Selain menyerukan penghentian serangan Israel, pertemuan ini juga bertujuan menciptakan momentum menuju konferensi tingkat tinggi PBB tentang solusi dua negara, yang akan digelar pada 17 Juni mendatang di New York oleh Prancis dan Arab Saudi.
Negara-negara seperti Mesir, Yordania, Qatar, Arab Saudi, Turki, Norwegia, dan Irlandia yang telah mengakui Palestina sebagai negara, turut serta dalam pertemuan ini.
Mereka mendorong Israel untuk kembali ke meja perundingan dan menghentikan agresi militer yang telah menewaskan hampir 54.000 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza.
Dengan tekanan global yang terus meningkat, pertemuan Madrid menjadi panggung penting dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri kekerasan dan membuka jalan bagi pengakuan kemerdekaan negara Palestina.
Bahkan, negara-negara di Uni Eropa yang sebelumnya menjadi sekutu dekat Israel kini turut menyuarakan tekanan global yang semakin besar setelah Israel memperluas operasi militernya di Jalur Gaza.
Baca Juga: Pemerintah Inggris Tangguhkan Diskusi Perdagangan Bebas dengan Israel Akibat Genosida di Gaza

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
