
Photo
JawaPos.com - Perdana Menteri India, Nahrendra Modi, menetapkan status lockdown yang membuat 1,3 miliar penduduknya "terkunci" selama 21 hari. India memulai penutupan pada Rabu (25/3). Modi mengumumkan dalam pidatonya dan memperingatkan warga untuk tetap di rumah.
Kebijakan itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Korona jenis baru atau COVID-19 semakin luas. Modi juga menjanjikan USD 2 miliar untuk meningkatkan kesehatan penduduk negara itu.
"Untuk menyelamatkan India dan setiap orang India, akan ada larangan total untuk bepergian," kata Modi pada Selasa (25/3) seperti dilansir AP.
Status lockdown 21 hari akan menjadi pukulan besar bagi perekonomian India. Langkah itu membuat hampir seperlima populasi dunia dikunci. Pengumuman itu memicu kepanikan di banyak wilayah ketika orang bergegas ke pasar untuk menyimpan persediaan makanan. Di banyak tempat, polisi mencoba membubarkan kerumunan di luar toko.
Pejabat kesehatan India telah melaporkan 562 kasus aktif COVID-19 dan 10 kematian. Penularan secara lokal tak dapat dihindari. Dalam beberapa hari terakhir, India secara bertahap memperluas perintah tinggal di rumah, melarang penerbangan internasional dan domestik, dan menangguhkan layanan penumpang pada sistem kereta api yang luas sampai 31 Maret.
"Semua langkah telah diambil oleh pemerintah pusat dan negara bagian untuk memastikan pasokan barang-barang tetap aman," kata Modi.
Kementerian Dalam Negeri India mengatakan layanan penting termasuk toko kelontong, bank, ATM, dan pompa bensin akan tetap buka. Dan tidak lebih dari 20 orang yang diizinkan menghadiri pemakaman. Padahal ada sekitar 300 juta orang India yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman mengatakan paket bantuan komprehensif akan segera diumumkan.
"Anda harus ingat bahwa Anda akan mengundang pandemi serius Coronavirus ke rumah Anda jika Anda melangkah keluar," kata Modi.
Ahli virologi India, Dr. T. Jacob John mengatakan sebelum penutupan diumumkan pada Selasa, India dipaksa untuk mengambil langkah-langkah penahanan ekstrem setelah gagal mengurangi kasus positif. Maka lockdown kemudian diputuskan selama 21 hari ke depan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022