
Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, dua negara perekonomian dunia sedang menghadapi perang ekonomi yang sengit. Dilaporkan pada Senin, (24/9), tarif baru bagi masing-masing pihak akan berlaku
JawaPos.com – Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, dua negara perekonomian dunia sedang menghadapi perang ekonomi yang sengit. Dilaporkan pada Senin, (24/9), tarif baru bagi masing-masing pihak akan berlaku. Tarif masuk baru yang diberlakukan oleh AS kepada barang-barang Tiongkok yakni sebesar USD 200 miliar dijadwalkan berlaku pada 04.01 GMT.
Pihak Tiongkok tak menerima tarif baru tersebut dengan hanya berdiam diri. Tiongkok juga menaikan tarif atas masuknya barang-barang dari AS menjadi USD 60 Miliar.
Dilansir dari Reuters pada Senin, (24/9), Kedua negara, AS dan Tiongkok telah saling menaikkan tarif masuk bagi masing-masing negara selama perang dagang. Meski sedang mengalami perang dagang yang cukup sengit, AS akan tetap melibatkan Tiongkok untuk bertumbuh bersama secara Ekonomi.
Hal ini disampaikan oleh salah satu pejabat Gedung putih pada pekan lalu yang mengatakan, AS mengharapkan pertumbuhan ke arah yang positif bersama Tiongkok. Hingga saat ini, pihak AS maupun sebaliknya belum bersedia untuk berkompromi.
Ketegangan yang berawal dari ekonomi rupanya juga berimbas ke hal-hal lain. Perang tarif antara AS dan Tiongkok dilaporkan telah merusak hubungan antara Beijing dan Washington. Para ekonom dunia memperingatkan, perang dagang antara AS dan Tiongkok harus segera di selesaikan karena akan sangat menghambat pertumbuhan ekonomi, tak hanya bagi AS dan Tiongkok, melainkan ekonomi negara-negara lainnya.
Dilaporkan sebelumnya, Tiongkok telah memanggil Duta Besar AS, dan memilih untuk menunda pembicaraan militer antar kedua belah pihak. Hal ini sebagai protes terhadap AS atas kenaikan tarif yang di berlakukannya.
Hingga saat ini belum ada tanda-tanda kompromi dari kedua belah pihak. Bahkan pertemuan di Washington yang telah terjadi nyatanya tidak membuahkan hasil. Tarif-tarif terbaru yang kedua belah pihak berikan mengundang keraguan bagi banyak pihak mengenai undangan AS terhadap Tiongkok pada bulan-bulan ini untuk memperbincangkan keputusan secara lanjut.
Dilaporkan sebelumnya, AS menaikan tarif barang dari Tiongkok sebagai sanksi bagi Tiongkok karena telah memilih untuk membeli jet dan rudal dari Rusia. Perang Ekonomi AS-Tiongkok ini dikhawatirkan akan mengguncang pasar keuangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
