
Tiongkok tengah dilanda wabah Penemonia. Wabah itu menyebar di Beijing dan Kota Liaoning.
JawaPos.com- Tiongkok tengah dilanda wabah Penemonia. Pneumonia merupakan peradangan pada kantung udara di paru-paru akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur.
Peningkatan wabah Pneumonia itu telah dirilis oleh Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok pada 13 November 2023. Menurut laporan dari ProMED yang dilansir dari Al Jazeera, bahwa wabah Pneumonia tersebut telah menjamur di Beijing dan Kota Liaoning di timur laut negara tersebut, hanya berjarak sekitar 800 km.
Meski jumlah resmi pasien belum diketahui, namun rumah sakit di Beijing telah mengalami lonjakan yang signifikan terhadap wabah Pneumonia itu. Terkhusus di bangsal anak-anak.
Sementara itu, sekolah-sekolah di Beijing juga melaporkan bahwa banyak anak yang tidak hadir ke sekolah hingga sepekan. Mereka ijin dengan alasan sakit.
Mengapa pneumonia menyebar di Tiongkok? Francois Belloux, direktur Institut Genetik University College London menyatakan bahwa kemunculan ini sama dengan gelombang keluarnya lockdown saat Covid-19. Namun ia juga mengatakan bahwa pneumonia secara umum tidak berbahaya.
“Berdasarkan informasi saat ini, tidak ada alasan untuk mencurigai munculnya patogen baru dan bahwa Mycoplasma pneumoniae, kemungkinan sumber sebagian besar kasus dan bakteri yang biasanya menyerang anak-anak, secara umum tidak berbahaya,”kata dia di akun X seperti yang dikutip dalam Al Jazeera.
Pihak berwenang di Tiongkok mencantumkan mikoplasma sebagai salah satu patogen yang beredar bersama dengan virus pernapasan syncytial (RSV) dan SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19. WHO telah meminta informasi lebih lanjut kepada Tiongkok mengenai pola dan karakteristik mikroorganisme tersebut.
Sementara itu kata Laith Abu-Raddad, profesor kebijakan dan penelitian kesehatan di Weill Cornell Medicine Qatar menyampaikan bahwa kehadiran patogen baru masih mungkin terjadi sampai informasi lebih lanjut tersedia. Bisa jadi wabah itu bisa disebabkan oleh patogen yang sudah ada namun baru bermutasi dengan karakteristik dan tingkat keparahan yang berubah.
“Kedua skenario tersebut akan menjadi perhatian global karena cepat atau lambat patogen akan melintasi batas negara terlepas dari tindakan pencegahan yang dilakukan,” imbuh dia.
WHO dan staf medis di Tiongkok kini telah menyarankan masyarakat di negara tersebut untuk memperkuat perilaku yang diterapkan pada era pandemi COVID-19, seperti mencuci tangan dengan ketat, memakai masker, dan menjaga jarak sosial.
Meski staf medis khawatir dengan lonjakan infeksi pada orang di bawah 18 tahun, mereka juga mengkhawatirkan populasi yang rentan seperti orang lanjut usia dan wanita hamil.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
