Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Oktober 2023 | 15.51 WIB

Tiongkok Sebut DK PBB Tak Bisa Jalankan Tugas karena Veto AS

Ilustrasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengadakan sidang. - Image

Ilustrasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengadakan sidang.

JawaPos.com–Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning mengatakan, Dewan Keamanan (DK) PBB tidak dapat menjalankan tugasnya karena veto Amerika Serikat terhadap usul resolusi tentang perang Palestina-Israel.

”Tiongkok sangat kecewa atas penolakan AS terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB. Padahal karena ketegangan terus meningkat, DK PBB perlu mendengarkan seruan dari banyak negara Arab dan rakyat Palestina dan menjalankan peran untuk mewujudkan gencatan senjata, melindungi warga sipil, dan mencegah bencana kemanusiaan yang lebih buruk,” kata Mao Ning saat menyampaikan keterangan kepada media di Beijing, Tiongkok, pada Kamis (19/10), seperti dilansir dari Antara.

Pada Rabu (18/10), AS mengajukan veto atas rancangan resolusi DK PBB yang diusulkan Brasil untuk menuntut jeda kemanusiaan di Gaza. Resolusi yang ditentang AS itu mendapat dukungan 12 negara anggota DK PBB, sementara Rusia dan Inggris menyatakan abstain.

Resolusi yang dirancang Rusia yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan pun gagal disahkan pada Senin (16/10).

”Wakil Tetap Tiongkok untuk PBB telah menjelaskan posisi kami secara panjang lebar setelah pemungutan suara. Konflik Palestina-Israel terus meningkat sehingga menimbulkan banyak korban sipil dan krisis kemanusiaan serta pukulan telak terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan,” tambah Mao Ning.

Tiongkok, menurut Mao Ning, mendukung DK PBB dalam memainkan peran dan melakukan semua upaya yang bertujuan meredakan situasi dan memulihkan perdamaian. ”Selama beberapa hari berturut-turut, DK PBB telah terlibat dalam diskusi mendalam mengenai rancangan resolusi untuk Palestina dan membangun konsensus. Mayoritas negara, khususnya negara-negara Arab, mendukung DK PBB agar mengambil tindakan sesegera mungkin,” ungkap Mao Ning.

Israel diyakini berada di balik pengeboman Rumah Sakit Al-Ahli Baptist di Gaza pada Selasa (17/10) malam waktu setempat, yang menewaskan sekitar 500 orang.

”Tiongkok terkejut dan mengutuk keras serangan terhadap rumah sakit di Gaza yang memakan banyak korban jiwa. Kami berduka atas para korban dan menyampaikan simpati kepada mereka yang terluka,” ucap Mao Ning.

Mao Ning menyebut, Tiongkok menyerukan gencatan senjata segera dan penghentian permusuhan, pemenuhan kewajiban berdasar hukum humaniter internasional dan segala upaya untuk melindungi warga sipil dan mencegah bencana kemanusiaan yang lebih buruk.

Terkait dengan kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Israel pada Kamis (19/10) untuk menjanjikan dukungan Amerika terhadap Israel melawan Hamas, Mao Ning berharap AS dapat memberikan contoh yang adil.

”Dalam menghadapi isu-isu yang menjadi titik panas internasional dan regional, negara-negara besar harus bersikap objektif dan adil, bersikap tenang dan menahan diri, serta memberi contoh dalam mematuhi hukum internasional,” terang Mao Ning.

Dia berharap agar AS dapat mendorong Israel mau melakukan solusi diplomasi. ”Kami berharap AS dapat memainkan peran konstruktif dan mengembalikan permasalahan ke jalur penyelesaian politik,” tambah Mao Ning.

Lebih dari 1.400 warga Israel telah terbunuh dan sedikitnya 3.478 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Gaza.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore