Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Mei 2023 | 15.47 WIB

Biawak Besar Berkeliaran di Depan Pintu Kawasan Perumahan di Singapura, Penghuni Kaget dan Ketakutan

Foto biawak yang terlihat di Blok 428, Bedok North Road pada 24 Mei 2023. - Image

Foto biawak yang terlihat di Blok 428, Bedok North Road pada 24 Mei 2023.

JawaPos.com - Beberapa warga blok perumahan di Bedok North Road terkejut melihat biawak besar berkeliaran di sekitar lingkungan mereka pada Rabu (24/5). Foto yang beredar menunjukkan reptil tersebut berada di depan pintu sebuah flat dan terlihat juga di tangga.

"Itu sangat menakutkan," kata penghuni bernama Jiten Khemlani kepada Channel News Asia.

Dia menambahkan bahwa tetangganya sampai berteriak ketika melihat biawak tersebut di luar flatnya di lantai dua. Jiten memperkirakan bahwa biawak itu memiliki panjang sekitar 1,5 meter, menggambarkannya sebagai perpaduan antara biawak dan buaya.

Pria berusia 34 tahun itu mengatakan dia menelepon Dewan Taman Nasional (NParks) sekitar tengah hari, khawatir biawak itu membahayakan. Dia menambahkan bahwa biawak itu bergerak cukup cepat saat menaiki tangga ke lantai tiga tempat tinggalnya.

Warga lain, Haikel Firdaus, mengambil video biawak di tangga. "Saya kaget melihatnya tepat di depan pintu rumah saya. Pertama kali melihat hewan seperti itu berkeliaran di lingkungan ini," kata Haikel.

Jiten mengatakan dia telah melihat biawak di sekitar Waduk Bedok, yang tidak jauh dari rumahnya di Blok 428. Tapi ini adalah pertama kalinya dia melihat reptil di blok tersebut.

Menurut situs NParks, tiga spesies biawak dapat ditemukan di Singapura. Spesies yang paling umum adalah biawak air Malaya, yang dapat tumbuh hingga sepanjang 3 meter. Biawak kebanyakan karnivora. Mereka memakan berbagai jenis makanan seperti serangga, kepiting, ular, dan ikan.

Seperti kebanyakan hewan liar, biawak tidak menyerang kecuali diprovokasi. "Mereka secara alami pemalu dan lebih suka menjauh dari manusia," katanya.

Di Singapura, warga dilarang membunuh hewan liar, termasuk biawak. Anggota masyarakat yang bertemu dengan biawak disarankan untuk tidak menyentuh, mengejar atau menyudutkannya karena makhluk itu dapat menyerang untuk membela diri, kata NParks.

"Anda disarankan untuk tidak mengganggu mereka. Cukup mengamati mereka dari jauh," tambahnya.

"Segera cari pertolongan medis jika Anda digigit. Meskipun biawak mengeluarkan racun, itu tidak fatal bagi manusia. Penyebab utama kekhawatiran adalah infeksi bakteri dari gigitan," lanjut NParks.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore