Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 April 2023 | 14.14 WIB

Minyak Turun Tertekan Kekhawatiran Baru Permintaan dan Penguatan Dolar

Ilustrasi pengoperasian eksplorasi minyak lepas pantai. (Dok.JawaPos.com) - Image

Ilustrasi pengoperasian eksplorasi minyak lepas pantai. (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Harga minyak mentah berjangka turun lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) karena kekhawatiran atas resesi dan dolar yang lebih kuat melebihi harapan permintaan Tiongkok yang lebih tinggi dan stok minyak mentah AS yang lebih rendah.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni anjlok USD 1,69 atau 2,15 persen menjadi menetap di USD 77,07 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni merosot USD 1,96 atau 2,37 persen menjadi ditutup pada USD 80,77 per barel di London ICE Futures Exchange.

Kekhawatiran atas sektor perbankan dan kenaikan suku bunga membebani pasar saham dan harga energi pada Selasa (25/4/2023) dengan dolar AS mencatatkan kenaikan yang kuat.

Harga minyak merosot karena dolar menguat dan sinyal permintaan minyak mentah sebagian besar tetap bearish karena pemasok jasa-jasa minyak Halliburton mengisyaratkan bahwa pelanggan jelas termotivasi untuk memproduksi lebih banyak minyak dan gas, kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, pemasok jasa-jasa perdagangan multi-aset daring.

Dolar naik di tengah kekhawatiran yang mendalam tentang pendapatan perusahaan dan ekonomi global. Dolar yang lebih kuat menekan permintaan minyak karena
membuat komoditas lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lain.

Indeks kepercayaan konsumen AS merosot ke 101,3 pada April dari 104 pada Maret, menurut data yang dikeluarkan oleh The Conference Board pada Selasa (25/4/2023) pagi.

"Sementara penilaian konsumen yang relatif menguntungkan terhadap lingkungan bisnis saat ini agak membaik pada April, ekspektasi mereka turun dan tetap di bawah level yang sering menandakan resesi yang membayangi dalam jangka pendek," kata Ataman Ozyildirim, direktur ekonomi senior di The Conference Board.

Minyak WTI mundur ke level 77 dolar per barel karena permintaan untuk aset-aset berisiko menurun di tengah kekhawatiran resesi, kata Vladimir Zernov, analis pemasok informasi pasar FX Empire.

Para pedagang sedang menunggu data stok AS dari American Petroleum Institute (API) pada Selasa (25/4/2023). Para analis memperkirakan persediaan minyak mentah turun sekitar 1,7 juta barel.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore