
Photo
JawaPos.com - Perbatasan Singapura dan Malaysia kini semakin ramai. Ribuan pelancong tiap hari melintas antara Johor dan Singapura sejak perbatasan darat dibuka kembali pada 1 April. Mereka kini bebas melintas tanpa harus tes uji Covid-19. Para ahli tak khawatir ramainya situasi itu bakal meningkatkan kasus Covid-19.
Para ahli tidak khawatir tentang bagaimana hal ini berpotensi berdampak pada situasi Covid-19. Pada pukul 5 sore pada tanggal 1 April, sekitar 33.700 pelancong telah melintasi perbatasan.
Wakil dekan penelitian di Saw Swee Hock School of Public Health di National University of Singapore, Associate Professor Alex Cook, mencatat bahwa situasi epidemi di Singapura dan Malaysia cukup mirip mengingat kedua negara memiliki jumlah kematian yang sama per tahun. Menurutnya, ada insiden lebih tinggi dari kasus yang didiagnosis di Singapura, sekitar dua kali lipat Malaysia, tetapi kematian per kapita serupa.
"Jadi perbedaan jumlah kasus ini bisa jadi karena kepastian kasus yang lebih tinggi," katanya seperti dilansir dari Straits Times, Senin (4/4).
Kedua negara juga mengalami penurunan jumlah kasus dan tingkat vaksinasi yang tinggi di kalangan orang dewasa. Mengingat kesamaan itu, kata dia, orang-orang yang melintasi perbatasan memiliki risiko yang sangat mirip.
"Sehingga efek mengizinkan penyeberangan perbatasan harus mendekati netral pada epidemi kedua negara” tambah Prof Cook.
"Keuntungan sosial dan ekonomi dari penghapusan pembatasan akan jauh lebih besar daripada tambahan kasus Covid-19," kata Dekan Sekolah Kesehatan Masyarakat Saw Swee Hock Profesor Teo Yik Ying.
Perbatasan selama ini telah ditutup sejak 17 Maret 2020. Dengan dibuka kembali banyak keluarga berkumpul kembali untuk pertama kalinya.
"Aturan sebelumnya membuat perjalanan secara administratif lebih mahal, terutama bagi mereka yang sering mengunjungi Singapura dan Johor hampir setiap hari,” tambahnya.
Menurut ahli, jika pun ada peningkatan kasus, tak akan signifikan. “Bahkan jika ada sedikit peningkatan dalam kasus Covid-19 karena ini, sangat kecil kemungkinannya akan berdampak pada situasi Covid-19 secara keseluruhan di Singapura," jelasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
