Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Maret 2022 | 14.13 WIB

Cerita Inspiratif Menlu Retno Rayakan Hari Perempuan Internasional

Menlu Retno Marsudi - Image

Menlu Retno Marsudi

JawaPos.com–Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan pesan khusus dalam merayakan Hari Perempuan Internasional (International Women's Day) yang diperingati setiap 8 Maret. Hari Perempuan Internasional harus menjadi momentum untuk menghilangkan diskriminasi pada kaum hawa di dunia, termasuk di Indonesia.

Menurut Retno, ada dua hal besar yang harus diterapkan untuk mencegah diskriminasi pada perempuan. Pertama adalah kebijakan atau policy. Kebijakan yang dibuat harus memberikan kesempatan yang sama dengan antara perempuan dan laki-laki.

”Kedua, diperlukannya dukungan keluarga dan masyarakat. Hal ini berkaitan dengan pola pikir, budaya, dan tradisi,” ucap Retno.

Pada intinya, kata dia, tradisi, budaya, pola pikir, dari keluarga kecil sampai masyarakat harus ikut mendukung mengenai masalah pemberdayaan perempuan.

”Diskriminasi tidak boleh terjadi. Pencegahan diskriminasi harus dibarengi dengan langkah afirmasi. Perempuan dapat ikut menjadi bagian solusi, agen toleransi, dan agen perdamaian,” kata Retno secara virtual dalam acara Woman Leaders Forum bersama Katadata Indonesia, Senin (7/3).

Retno menambahkan, perempuan adalah orang pertama atau orang paling dekat dengan anak yang menyuntikkan semua nilai kepada anak-anaknya. Perempuan harus kokoh memiliki nilai-nilai terkait dengan perdamaian hingga toleransi.

”Tidak boleh ada diskriminasi, harus ada langkah-langkah afirmasi agar kita bisa memberdayakan perempuan dan perempuan dapat menjadi solusi dari situasi apapun,” papar Retno.

Perjalanan Hidup Menlu Retno

Sebagai seorang perempuan, Retno tidak pernah bermimpi menjadi menteri. Sedikit bercerita, dia adalah anak dari keluarga yang sangat sederhana, namun mempunyai cita-cita yang tinggi. Mimpinya kala itu adalah menjadi seorang diplomat.

Dia tahu, pekerjaan yang diimpikannya itu adalah pekerjaan laki-laki. Karena itu, dia harus bekerja keras untuk menggapai cita-citanya tersebut.

”Sejak saya masih di bangku SMA, sudah ingin menjadi diplomat tapi saya tidak tahu caranya. Jadi yang paling mudah buat saya yaitu dengan memilih jurusan yang dekat dengan cita-cita saya itu, yakni jurusan Hubungan Internasional (HI),” papar Retno.

Dia bersyukur Kementerian Luar Negeri memiliki sistem meritokrasi yang baik. Pada akhirnya membuat orang seperti dirinya yang bukan siapa-siapa, perempuan, bisa masuk di dalam profesi diplomat sampai saat ini menjadi seorang menlu.

”Oleh karena itu, sekali lagi, meritokrasi sistem yang sangat transparan akan sangat membantu siapapun untuk dapat bergabung atau dapat meraih cita-citanya, sekalipun perempuan. Intinya itu,” jelas Retno.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore