
Photo
JawaPos.com - Presiden Tiongkok Xi Jinping menjawab sinyal perang dingin antara AS dan Tiongkok yang disinggung oleh Presiden AS Joe Biden. Menurut Xi, dunia semestinya tak perlu berperang tetapi bisa diselesaikan dengan dialog.
Xi mengulangi kebijakan multilateralisme Beijing yang berkelanjutan. Ia meminta para pemimpin dunia di PBB bahwa perselisihan antarnegara perlu ditangani melalui dialog dan kerja sama.
“Keberhasilan satu negara tidak harus berarti menanggapi kegagalan negara lain. Dunia cukup besar untuk mengakomodasi perkembangan dan kemajuan bersama semua negara,” kata Xi dalam pidato yang direkam sebelumnya.
Komentarnya muncul menyusul pernyataan Presiden AS Joe Biden bahwa dia tidak berniat untuk memulai Perang Dingin baru dengan Tiongkok. Berbicara di Majelis Umum PBB, Xi mengatakan bahwa dunia harus mengadvokasi perdamaian, pembangunan, kesetaraan, keadilan, demokrasi dan kebebasan, yang merupakan prinsip umum kemanusiaan.
"Perbedaan dan masalah antarnegara, yang hampir tidak dapat dihindari, perlu ditangani melalui dialog dan kerjasama atas dasar kesetaraan dan saling menghormati," kata Xi.
"Dunia cukup besar untuk menampung pembangunan dan kemajuan bersama semua negara,” katanya.
Amerika Serikat dan Tiongkok sebelumnya sempat terlibat dalam kebuntuan pahit yang dipicu oleh tindakan agresif Tiongkok di Laut China Selatan, dugaan pelanggaran hak asasi manusia, ketidaksepakatan tentang perdagangan, teknologi, dan lainnya. Menurut Xi, setiap negara perlu mengutamakam dialog dan inklusivitas atas konfrontasi dan pengucilan.
"Kita perlu membangun hubungan internasional baru berdasarkan rasa saling menghormati, kesetaraan, keadilan, dan kerja sama yang saling menguntungkan, dan melakukan yang terbaik yang kita bisa untuk memperluas konvergensi kepentingan kita dan mencapai sinergi sebesar mungkin," tambah Xi.
Presiden Tiongkok menyatakan bahwa perlu ada perbaikan dalam tata kelola global dan dunia harus mempraktikkan multilateralisme sejati. Di dunia, hanya ada satu sistem internasional, yaitu sistem internasional dengan PBB sebagai intinya.
"Hanya ada satu tatanan internasional, yaitu yang ditopang oleh hukum internasional. Hanya ada satu aturan, yaitu norma dasar yang mengatur hubungan internasional yang didukung oleh tujuan dan prinsip Piagam PBB,” kata Xi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
