Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Juni 2020 | 23.26 WIB

Kenormalan Baru Diberlakukan, Kasus Positif Covid-19 Melonjak

This photograph taken on May 28, 2020 shows labourers queueing for a temperature check at the Aqualite footwear factory in Bahadurgarh in the northern Indian state of Haryana, after the government eased a nationwide lockdown imposed as a preventive measur - Image

This photograph taken on May 28, 2020 shows labourers queueing for a temperature check at the Aqualite footwear factory in Bahadurgarh in the northern Indian state of Haryana, after the government eased a nationwide lockdown imposed as a preventive measur

JawaPos.com - Jenazah Neelam Singh terbujur kaku di pelataran rumahnya. Perempuan asal New Delhi, Delhi, India, itu sedang hamil delapan bulan. Dia meninggal di atas ambulans setelah 13 jam terkatung-katung tanpa kejelasan. Ibu satu anak itu ditolak sembilan rumah sakit. Mayoritas rumah sakit penuh. Kalaupun ada, mereka terlalu takut untuk menerima pasien dengan tanda tertular Covid-19.

’’Tindakan tegas harus diambil terhadap mereka yang menolak kami sehingga insiden ini tidak menimpa orang lain,’’ ujar sang suami, Vijender Singh, seperti dikutip BBC.

Layanan kesehatan di India memang kolaps saat ini gara-gara banyaknya pasien Covid-19. Terutama di kota-kota besar seperti New Delhi dan Mumbai. Pasien darurat non-Covid-19 akhirnya menjadi korban. Mereka tidak bisa mendapatkan layanan yang memadai. Pasien-pasien yang seharusnya bisa diselamatkan akhirnya harus meregang nyawa dan berakhir tiada. Jumlah penderita justru meningkat saat lockdown dilonggarkan dan masuk ke new normality alias kenormalan baru.

Media sosial dipenuhi dengan permintaan tolong. Mulai informasi ketersediaan ruang di rumah sakit hingga berbagai hal lain. Tak semua berbuah manis. India tidak siap. Tidak ada penambahan ruang perawatan intensif (ICU) dan kasur lain saat kasus penularan meroket.

Di India kini total ada 298.283 kasus dan 8.890 kematian. India duduk di posisi keempat angka penularan tertinggi secara global. Khusus untuk wilayah Delhi saja, ada 34 ribu orang yang tertular dan lebih dari seribu orang meninggal.

Masjid Jama yang terbesar di New Delhi juga dengan sukarela menutup pintunya sekali lagi karena ada lonjakan penularan. Padahal, masjid yang sudah berusia 17 abad itu baru dibuka Senin (8/6), ketika lockdown mulai dilonggarkan dan kegiatan-kegiatan keagamaan boleh digelar. Keputusan itu sempat dipertanyakan. Sebab, jutaan orang dari berbagai agama di India berkunjung ke tempat ibadah setiap hari. Tempat-tempat ibadah bisa jadi klaster baru. Pemerintah menegaskan bahwa angka penularan bisa terus naik dalam beberapa bulan ke depan.

Brasil tak lebih baik. Negara itu memiliki angka penularan tertinggi kedua di dunia. Angka penularannya sudah tembus 829.902 orang dan 41.901 lainnya meninggal. Presiden Brasil Jair Bolsonaro sejak awal meremehkan Covid-19 dan menyebutnya sebagai flu biasa.

Kasus di Amerika Latin secara keseluruhan sudah mencapai 1,5 juta orang dan 70 ribu di antaranya meninggal dunia. Komisi Ekonomi untuk Amerika Latin dan Karibia (ECLAC) di PBB menegaskan, krisis bisa memicu resesi terburuk sepanjang sejarah di wilayah tersebut.

’’Kami khawatir Amerika Latin keluar dari krisis dengan lebih banyak utang, lebih miskin, lebih kelaparan, serta lebih banyak penganggur dan orang yang marah,’’ tegas Sekjen ECLAC Alicia Barcena.

Jangankan negara-negara Amerika Latin yang mayoritas kemampuan ekonominya pas-pasan. Negara-negara adidaya seperti AS dan Inggris juga terpukul. Perekonomian Inggris susut sebesar 20,4 persen pada April. Itu adalah masa puncak pandemi dan negara memberlakukan lockdown penuh. Lockdown mulai dilonggarkan Mei.

Kantor Statistik Nasional (ONS) menegaskan, penyusutan tersebut memengaruhi hampir semua bidang. Itu tiga kali lebih besar daripada total penurunan ekonomi saat krisis 2008 dan 2009.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=McwqmGxNku4

https://www.youtube.com/watch?v=S4miagQy9U8

https://www.youtube.com/watch?v=kzr-GRUgvl8

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore