
Photo
JawaPos.com - Warga dunia menyaksikan kematian George Floyd pada Senin (25/5) lalu. Hal itu setelah sebuah video viral menunjukkan seorang perwira polisi Minneapolis menekan leher belakang seorang pria bernama George Floyd dengan lututnya selama hampir 9 menit. Dan, tidak ada denyut nadi Floyd setelah itu.
Otopsi yang dilakukan oleh Pemeriksa Medis Distrik Hennepin mendapatkan hasil yang kontroversial. Hasilnya tidak ada temuan fisik yang mendukung diagnosis asfiksasi atau pencekikan traumatis seperti dilansir dari Science Times, Senin (1/6).
Baca juga: Polisi Chauvin Kenal George Floyd, Pengacara: Ini Pembunuhan Berencana
Derek Michael Chauvin, petugas polisi dalam video itu, dipecat dan didakwa melakukan pembunuhan tingkat tiga. Dia didakwa melakukan tindakan yang sangat berbahaya dan menunjukkan niat yang keji. Chauvin juga didakwa melakukan pembunuhan tingkat dua, kelalaian yang tercela dan menciptakan risiko yang tidak masuk akal.
Hasil otopsi tersebut jelas berbeda dengan harapan publik. Pemeriksa Medis Wilayah Hennepin (ME) melakukan otopsi dengan mengatakan bahwa asfiksia bukanlah penyebab kematian. Floyd dianggap memiliki masalah kesehatan yang mendasarinya termasuk penyakit jantung, hipertensi, dan penyakit arteri koroner.
Kedua penyakit itu dikombinasikan dengan penahanannya oleh polisi. Ditambah minuman keras yang potensial mungkin telah berkontribusi pada kematiannya. Hanya saja, laporan lengkap masih ditangguhkan.
Baca juga: Sahabat dan Pemilik Toko Sebut Kematian George Floyd Tak Masuk Akal
Seperti diketahui, kematian George Floyd telah memicu gerakan protes dan kerusuhan di seluruh negara. Peristiwa pilu itu berawal dari seorang pelayan mini market yang menelepon 911 untuk melaporkan seorang pria membayar dengan uang USD 20 palsu. Pegawai toko lantas mengarahkan polisi ke mobil yang diparkir pria tersebut di sudut toko.
Petugas polisi homas Lane dan JA Keung, dilengkapi dengan kamera yang dikenakan di tubuh (BWC), mendekati kendaraan tempat Floyd berada. Floyd diminta untuk keluar dari kendaraan dan awalnya menolak diborgol. Akhirnya, setelah patuh, Floyd dibantu menuju mobil patroli mereka. Dia ditanya apakah dia sedang melakukan sesuatu dan diberi tahu bahwa dia akan ditangkap karena memberikan uang palsu.
Versi otopsi menjelaskan bahwa Floyd jatuh ke tanah karena dia mengalami sesak napas. Sementara Floyd berdiri di luar mobil, dia mulai mengulangi bahwa dia tidak bisa bernapas. Setelah itu, polisi Chauvin membawanya keluar dari kendaraan, dan Floyd jatuh ke tanah. Pada saat inilah Chauvin meletakkan lutut kirinya di leher Floyd. Floyd berulang kali mengatakan 'Aku tidak bisa bernapas, ibu, tolong, silakan.' Kueng memegang punggungnya sementara Lane memegang kakinya dan tidak ada petugas yang mengubah posisi Floyd.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Hc8czC8tFJQ
https://www.youtube.com/watch?v=nN4tGnIJgOY
https://www.youtube.com/watch?v=LhspcedJex8

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
