
Photo
JawaPos.com - Dalam upaya menekan pandemi Covid-19 lebih meluas lagi di masyarakat, di Singapura masker pelindung wajah atau masker medis akan dijual menggunakan alat canggih mandiri. Seperti makanan dan minuman ringan, masker akan dijual menggunakan vending machine.
Dikutip dari laman Mothership, Rabu (13/5), adalah Razer, produsen elektronik dan periferal gaming yang akan membuat dan mendistribusikan vending machine untuk menjual masker kepada publik secara mandiri. CEO Razer Tan Min-Liang sebelumnya mengumumkan bahwa fasilitas untuk memproduksi masker bedah di Singapura telah didirikan oleh perusahaan untuk menghasilkan lima juta masker per bulan.
Pada Senin (11/5), perusahaan teknologi itu mengatakan bahwa 20 vending machine atau mesin penjual otomatis yang menyediakan masker bedah akan dipasang di Singapura. Pengguna akan membutuhkan aplikasi Razer Pay untuk keperluan verifikasi.
Mesin penjual otomatis akan ditempatkan di seluruh wilayah Singapura, termasuk di semua mal di bawah Frasers Property Retail dan JustCo co-working space. Semua alat berat tersebut akan dipasang secara progresif paling lambat 1 Juni 2020 mendatang.
Pengguna yang ingin menebus masker harus berusia setidaknya 16 tahun ke atas. Selama periode pengujian beta, aplikasi akan mengeluarkan kode kupon QR yang berlaku selama tiga bulan, yang dapat dipindai di mesin penjual otomatis untuk pengumpulan masker.
Photo
Vending machine masker Razer bakal di pasang di seluruh wilayah di Singapura. (Razer via Mothership)
"Mesin penjual masker Razer akan memastikan bahwa masyarakat selalu menggunakan masker ketika keluar atau bepergian ke lingkungan sekitar," kata perusahaan itu.
"Misalnya, jika ada orang yang lupa atau salah menempatkan masker yang dapat digunakan kembali, mereka akan dapat membeli masker bedah Razer sekali pakai kapan saja dari jaringan mesin penjual otomatis," imbuh pihak Razer.
Persyaratan aplikasi Razer Pay diatur untuk mencegah penipuan atau kemungkinan penimbunan masker oleh pihak tak bertanggung jawab. Menurut Tan, persyaratan untuk verifikasi melalui aplikasi Razer Pay adalah untuk mencegah penipuan dan memastikan bahwa tidak akan ada masker gratis.
Dia mengakui bahwa ada hal negatif mengenai proses verifikasi. Dia pun menambahkan bahwa perusahaan memiliki wewenang terbatas pada proses verifikasi dibandingkan dengan pemerintah.
"Kami bukan pemerintah dan tidak memiliki akses ke Kartu Identitas dan lain-lain. Kami sendiri yang mendanai ini dan ingin memastikan tidak ada penipuan," kata Tan dalam postingan di akun Facebook-nya.
Selain satu juta masker yang disumbangkan secara global, Razer juga akan menyumbang hingga lima juta masker untuk semua warga Singapura.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=YvaUszIDkwg
https://www.youtube.com/watch?v=i7Ji6xoY3lk
https://www.youtube.com/watch?v=86YeNFQA30Y

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
